%A 1714071053 Alfian Rivalga %T UJI KINERJA TEKNIS MESIN PENCACAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) TIPE ROTARY CHOPPER %X Perkebunan kelapa sawit di Indonesia setiap tahunnya berkontribusi menghasilkan minyak kelapa sawit dan menjadikan Indonesia menduduki posisi pertama produsen sawit terbesar di dunia diikuti dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang tiap tahunnya naik. Minyak kelapa sawit merupakan bahan pokok utama di berbagai belahan dunia, terutama untuk keperluan rumah tangga. Salah satu limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) yaitu Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). TKKS merupakan hasil samping dari pengolahan minyak kelapa sawit yang pemanfaatannya masih terbatas sebagai pupuk dan media bagi pertumbuhan jamur serta tanaman. Permasalahan yang dihadapi pabrik kelapa sawit adalah pembuangan dan pembakaran TKKS. Pembuangan TKKS yang tidak terkendali di lahan perkebunan kelapa sawit mengakibatkan tumpukan TKKS dalam jumlah yang sangat besar. Kendala utama dalam pemanfaatan TKKS adalah karakteristik TKKS yang berserat sehingga mempersulit dalam pemanfaatan lebih lanjut. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan alat mesin pencacah TKKS untuk mencacah TKKS supaya mempermudah pemanfaatan TKKS. Mesin pencacah TKKS dilengkapi dengan 24 mata pisau pencacah dan dapat memotong TKKS dengan mudah dan efisien. Penelitian ini dirancang dengan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor kecepatan putar mesin (RPM) yang terdiri dari perlakuan kecepatan putar 900 RPM, 1100 RPM, dan 1300 RPM dan faktor dosis air yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan air dan penambah air. Pada perlakuan tanpa penambahan air dari total perlakuan kecepatan putar mesin (RPM) menunjukkan jumlah kapasitas kerja lebih banyak yaitu sebanyak 80,91 kg/jam dan susut bobot lebih sedikit yaitu sebanyak 38,65 %/jam dibandingkan dengan perlakuan penambahan air menunjukkan kapasitas kerja lebih sedikit yaitu sebanyak 61,68 kg/jam dan susut bobot lebih banyak yaitu sebanyak 58,86 %/jam. Perlakuan tanpa penambahan air jumlah distribusi hasil halus lebih sedikit yaitu sebanyak 153,50 %/jam dan distribusi hasil kasar lebih banyak yaitu sebanyak 146,50 dibandingkan dengan perlakuan penambahan air jumlah distribusi hasil halus lebih banyak yaitu sebanyak 180,02 %/jam dan distribusi hasil kasar lebih sedikit yaitu sebanyak 119,98 %/jam. Lamanya proses pencacahan mempengaruhi jumlah susut bobot. Kata Kunci : Mesin Pencacah, Kinerja Mesin, RPM, TKKS, Kadar Air Oil palm plantations in Indonesia each year contribute to producing palm oil and make Indonesia the first position as the largest palm oil producer in the world, followed by the area of oil palm plantations which increases every year. Palm oil is the main staple in various parts of the world, especially for household purposes. One of the solid wastes produced from the processing of Fresh Fruit Bunches (FFB) is Oil Palm Empty Fruit Bunches (EFB). EFB is a by-product of palm oil processing whose use is still limited as fertilizer and media for fungal and plant growth. The problems faced by palm oil mills are the disposal and burning of EFB. Uncontrolled disposal of EFB in oil palm plantations results in a huge pile of EFB. The main obstacle in the use of EFB is the fibrous characteristic of EFB, making it difficult for further utilization. To overcome this problem, a EFB enumerator was used to enumerate EFB in order to facilitate the utilization of EFB. The EFB chopper machine is equipped with 24 chopping blades and can cut EFB easily and efficiently. This study was designed with a factorial completely randomized design consisting of 2 factors, namely the machine rotational speed factor (RPM) which consisted of 900 RPM rotational speed treatment, 1100 RPM, and 1300 RPM and a water dose factor consisting of treatments without adding water and adding water. In the treatment without the addition of water from the total machine rotational speed (RPM) treatment, the total working capacity was 80.91 kg/hour and the weight loss was less, namely 38,65%/hour compared to the addition of water, which showed a higher working capacity less, namely as much as 61,68 kg/hour and more weight loss as much as 58,86%/hour. treatment without adding water the amount of distribution of fine products is less, namely as much as 153,50%/hour and distribution of coarse results is more, namely as much as 146 ,50 compared to the addition of water, the distribution of fine results was more, namely 180,02 %/hour and the distribution of coarse yields was less, as much as 119,98%/hour. The length of the counting process affects the amount of weight loss. Keywords : Chopper, Engine Performance, RPM, EFB, Water Content %C UNIVERSITAS LAMPUNG %D 2021 %I Fakultas Pertanian %L eprints61762