%0 Thesis %9 Masters %A HARRY FAJAR INSYANA, 2020011027 %B PASCASARJANA %D 2022 %F eprints:64318 %I UNIVERSITAS LAMPUNG %P 2020011027 %T EFEKTIVITAS DOKUMEN AMDAL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN %U http://digilib.unila.ac.id/64318/ %X Wilayah Lampung Selatan merupakan salah satu kabupaten terluas di Provinsi Lampung dengan luas wilayah mencapai 2109,74 km2 yang terdiri dari 17 kecamatan. Perekonomian di Kabupaten Lampung Selatan didukung oleh berbagai sektor dengan salah satu sektor andalannya ialah sektor industri yang didominasi oleh Kecamatan Natar, Tanjung Bintang dan Kalianda. Salah satu dampak yang mungkin ditimbulkan akibat dari kegiatan industri akan menimbulkan eksternalitas negatif bagi lingkungan hidup berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dokumen AMDAL diperlukan sebagai dasar pedoman pengelolaan dan pemantauan terhadap lingkungan kegiatan, khususnya terhadap dampak lingkungan hidup yang mungkin terjadi agar pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan dapat dicegah/diminimalisir. (Jayakusuma, 2015). Pada penerapannya, studi kelayakan lingkungan oleh pengusaha baik dalam bentuk AMDAL tidak selalu mendapatkan hasil yang mumpuni. Salah satunya ialah pencemaran lingkungan pada sungai Way Semen, Kecamatan Katibung oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pakan ikan, limbah tersebut membuat air sungai menjadi kuning dan berminyak, juga menimbulkan aroma tak sedap. (Lampost.co, 2018). Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan dokumen AMDAL untuk perusahaan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif terhadap beberapa sampel terpilih. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yang dibatasi 10 sampel yaitu dipilih industri yang mempunyai potensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Data penelitian didapat dari 5 (lima) responden yaitu pengawasan pemerintah semester 1, pengawasan pemerintah semester 2, pelaporan RKL-RPL semester 1, pelaporan RKL-RPL semester 2 dan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat Efektivitas dokumen lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan sebesar 71,6% (baik) berdasarkan hasil akumulasi terhadap pengaruh variable terhadap efektivitas perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, baik dalam pelaksanaan RKL-RPL semester 1(73%), pelaksanaan RKL-RPL semester 2 (80%), laporan pengawasan semester 1 (66%), laporan pengawasan semester 2 (73%) dan persepsi masyarakat (66%). Kata kunci: AMDAL,Keefektifan, Lingkungan. The South Lampung region is one of the largest regencies in Lampung Province with an area of 2109.74 km2 of 17 sub-districts. The economy in South Lampung Regency is supported by various sectors with one of its flagship sectors being the industrial sector which is dominated by Natar, Tanjung Bintang and Kalianda sub-districts. One of the possible impacts of industrial activities will cause negative externalities for the environment in the form of pollution and environmental damage. Environmental Documents (Amdal) are needed as a basis for management and monitoring guidelines for environmental activities, especially on environmental impacts that may occur so that environmental pollution and environmental damage can be prevented/minimized. (Jayakusuma, 2015). In practice, environmental feasibility studies by entrepreneurs in the form of an AMDAL do not always get good results. One of them is environmental pollution in the Way Semen river, Katibung District by a company engaged in fish feed, the waste makes the river water yellow and oily, it also causes an unpleasant odor. (Lampost.co, 2018). Based on this, a more in-depth study is needed to determine the effectiveness of implementing AMDAL documents for companies in South Lampung Regency. The research was carried out using a descriptive method with a quantitative approach to several selected samples. The sampling technique was purposive sampling which was limited to 10 samples, namely the selected industry that had the potential to cause an impact on the environment. The research data was obtained from 5 (five) groups of respondents, namely the initiator, the Department/Agency and the community around the activity location. The results of this study indicate that the level of effectiveness of business actors/companies in South Lampung Regency is 71,6% (good) based on the results of the accumulation of the influence of variables on the effectiveness of companies in environmental management, both in the implementation of RKL-RPL at 1st semester (73%), implementation of RKL-RPL at 2nd semester (80%), supervision reports at 1st semester (66%), supervision reports at 2nd semester (73%) and public perception (66%). Keywords: AMDAL, Effectiveness, Environment.