%0 Generic %A Alief Ramdhany Aulia, 1714071046 %C UNIVERSITAS LAMPUNG %D 2022 %F eprints:65291 %I FAKULTAS PERTANIAN %T UNJUK KERJA ALAT PERAJANG BATANG SINGKONG (RABAKONG) TIPE TEP-4 BERDASARKAN JUMLAH MASUKAN DAN VARIETAS SINGKONG %U http://digilib.unila.ac.id/65291/ %X Singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh sepanjang tahun di daerah tropis dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi berbagai tanah. Potensi singkong di Provinsi Lampung cukup besar dalam penyediaan singkong di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Produksi singkong di Lampung mencapai 8,45 juta ton atau setara dengan 35,33 % atau dari penyuplai produksi singkong nasional. Terdapat beberapa varietas singkong yang ditanam di Lampung namun ada 3 varietas yang sangat digemari oleh petani yaitu jenis Kasesart, Thailand, dan singkong Makan. Seiring dengan semakin banyaknya produksi singkong maka produksi limbah batang singkong pun ikut meningkat. Selama ini hanya 10% dari batang singkong untuk ditanam kembali dan hampir 90% hanya menjadi limbah. Saat ini sudah tercipta alat perajang batang singkong Tipe TEP-4 yang merupakan modifikasi dari alat perajang batang singkong tipe sebelumnya untuk mengelolah limbah batang singkong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu bahan biomassa (batang sinkgong Kasesart, singkong Thailand, dan sinkgong Makan) dan jumlah masukan batang singkong dalam sekali rajangan (4, 5, dan 6 batang) dengan pengulangan 4 kali tiap variabel. Parameter yang diamati yaitukapasitas kerja, susut bobot, konsumsi bahan bakar, dan keseragaman cacah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah jumlah masukan batang singkong dalam sekali rajangan memengaruhi kapasitas kerja dan konsumsi bahan bakar tetapi tidak memengaruhi nilai susut bobot dan keseragaman kerja Kata Kunci: Batang singkong, Jumlah masukan, Uji kinerja