@misc{eprints68814, month = {Agustus}, title = {KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN KEBERAGAMAN JENIS TANAMAN AGROFORESTRY BERBASIS KOPI: STUDI KASUS DI GABUNGAN KELOMPOK TANI HUTAN RINDINGAN JAYA DAN SEJAHTERA, KABUPATEN TANGGAMUS, PROVINSI LAMPUNG}, author = {ganangardis1397@gmail.com GANANG ARDIS ELFIANDO}, address = {UNIVERSITAS LAMPUNG}, publisher = {FAKULTAS PERTANIAN }, year = {2022}, url = {http://digilib.unila.ac.id/68814/}, abstract = {ABSTRAK KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN KEBERAGAMAN JENIS TANAMAN AGROFORESTRY BERBASIS KOPI: STUDI KASUS DI GABUNGAN KELOMPOK TANI HUTAN RINDINGAN JAYA DAN SEJAHTERA, KABUPATEN TANGGAMUS, PROVINSI LAMPUNG Oleh Ganang Ardis Elfiando Luas areal IUPHKm Hutan Lindung Register 32 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batu Tegi, Kabupaten Tanggamus mencapai 593,58 ha, wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan yang strategis sebagai penyangga kehidupan ekonomi, sosial dan ekologis bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah memberikan kebijakan perhutanan sosial berupa Hutan Kemasyarakatan (HKm). Kelompok Tani Hutan (KTH) Rindingan Jaya merupakan salah satu kelompok tani yang telah mendapatkan izin HKm yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Hutan (GAPOKTAN) Rindingan Jaya di bawah naungan KPH Batu Tegi, Resort Batulima Register 32 Bukit Rindingan. Objek pada penelitian ini adalah responden KTH Rindingan Jaya dan Sejahtera, dimana responden tersebut dipilih secara random sampling sebanyak 30 responden. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Agustus?September 2021 dengan metode wawancara. Masyarakat yang mendapatkan izin HKm untuk mengelola lahan dengan skema agroforestri rata-rata berusia produktif 18 sampai 60 tahun dengan persentase mencapai 86,7\%. Usia produktif seseorang akan mempengaruhi keberhasilan dalam pengelolaan lahan agroforestri. Pekerjaan utama masyarakat pengelola lahan yaitu sebagai petani dan pekerja buruh, dengan rata-rata pendapatan pertahun masyarakat yaitu 10juta-20juta dengan persentase 36,7 responden. Ada juga yang rata rata pendapatannya mencapai 30juta-50juta per tahun, dengan persentase 30\%. Komposisi jenis agroforestri pada Gapoktan Rindingan Jaya dan Sejahtera cenderung relatif sama pada tiga kelompok tani yang berbeda. Untuk KTH Karya Tani Sejahtera memiliki 10 Jenis dan KTH Rindingan Jaya II memiliki 12 jenis, sedangkan KTH Rindingan Jaya III memiliki 10 jenis tanaman. Adapun jenis tanaman yang paling banyak ditanam pada masing-masing KTH adalah kopi sebagai komoditas utama, diikuti oleh cengkeh dan durian. Selain itu, juga terdapat tanaman penghasil buah yaitu alpukat, pisang, manggis dan pepaya. Rempah-rempah seperti pala dan kemiri juga menjadi komoditi yang ditanam oleh masyarakat. Kata kunci: harga pasar, pemanfaatan, pendapatan. The area of IUPHKm Protection Forest Register 32 Forest Management Unit (KPH) Batu Tegi, Tanggamus Regency reaches 593.58 ha, the area is one of the strategic areas as a support for economic, social and ecological life for the community. For this reason, the government provides a social forestry policy in the form of Community Forests (HKm). The Rindingan Jaya Forest Farmers Group (KTH) is one of the farmer groups that has obtained a HKm permit which is part of the Rindingan Jaya Forest Farmers Group Association (GAPOKTAN) under the auspices of KPH Batu Tegi, Resort Batulima Register 32 Bukit Rindingan. The object of this research is the respondents of KTH Rindingan Jaya and Sejahtera, where the respondents were selected by random sampling as many as 30 respondents. This research was conducted in August?September 2021 using the interview method. Communities who get HKm permits to manage land with agroforestry schemes are on average 18 to 60 years of productive age with the percentage reaching 86.7\%. A person's productive age will affect success in agroforestry land management. The main occupations of the land management community are as farmers and laborers, with an average annual income of 10 million-20 million people with a percentage of 36.7 respondents. There is also an average income of 30 million-50 million one year, with a percentage of 30\%. The composition of agroforestry species in Rindingan Jaya and Sejahtera Gapoktan tends to be relatively the same in three different farmer groups. KTH Karya Tani Sejahtera has 10 types and KTH Rindingan Jaya II has 12 types, while KTH Rindingan Jaya III has 10 types of plants. The types of plants that are most widely planted in each KTH are coffee as the main commodity, followed by cloves and durian. In addition, there are also fruit-producing plants, namely avocado, banana, mangosteen and papaya. Spices such as nutmeg and candlenut are also commodities grown by the community. Keywords: market price, utilization, income.} }