@misc{eprints85041, month = {Mei}, title = {MAKNA TRADISI NGARAK MAJU MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN PEKON KEDALOMAN KECAMATAN GUNUNG ALIP KABUPATEN TANGGAMUS}, author = {Darma Putra Okta }, address = {UNIVERSITAS LAMPUNG}, publisher = {FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN}, year = {2024}, url = {http://digilib.unila.ac.id/85041/}, abstract = {Tradisi Ngarak Maju merupakan salah satu tradisi yang terdapat dalam adat perkawinan pada masyarakat Lampung Saibatin/Pesisir. Dalam tradisi Ngarak Maju terdapat beberapa prosesi dan kesenian adat Lampung, beberapa kesenian yang terdapat di dalam tradisi Ngarak Maju ialah kesenian butabuh dan tari khakot yang yang merupakan kesenian khas dari daerah Lampung. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tradisi Ngarak Maju di Pekon Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus yang mana merupakan bagian dari masyarakat Lampung Saibatin. Metodologi dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah teknik kualitatif yang meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menunjukan bahwa makna filosofis dan makna religius dari tradisi Ngarak Maju yang terdapat pada sarana prasarana/alat yang di gunakan, waktu pelaksanaan, tujuan pelaksanaan dan syair- syair yang digunakan di dalam tradisi Ngarak Maju masyarakat Pekon Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus. Kata Kunci: Makna Tradisi, Tradisi Ngarak Maju, Masyarakat Lampung. The Ngarak Maju tradition is one of the traditions contained in the marriage customs of the Lampung Saibatin/Coastal community. In the Ngarak Maju tradition there are several processions and traditional arts from Lampung. Some of the arts contained in the Ngarak Maju tradition are the art of tapibuh and the khakot dance which are typical arts from the Lampung region. The aim of this research is to find out the meaning contained in the Ngarak Maju tradition in Pekon Kedaloman, Gunung Alip District, Tanggamus Regency, which is part of the Lampung Saibatin community. The methodology in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The data analysis technique used in this research is the data triangulation technique qualitative, consisting of including data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results and discussion of this research show that the philosophical and religious meaning of the Ngarak Maju tradition is found in the infrastructure/tools used, implementation time, implementation objectives and the poetry used in the Ngarak Maju tradition of the Pekon Kedaloman community, Gunung Alip District. Tanggamus Regency. Keywords: Meaning of Tradition, Ngarak Maju Tradition, Lampung Society.} }