Lampung University Library
A member of the IndonesiaDLN's Universities Network

Selamat Datang
Pengunjung
> Login

Alamat: /Top /

LEMBAGA PENELITIAN

/
2007 / laptunilapp-gdl-res-2008-idanurhaid-1170

Pencarian

Search Catalogs
Indonesia English

Menu

Beranda
FAQ
Login
Registrasi
Mengaktifkan Account

Sub-folder

1 - 8 dari 76 Halaman sebelumnyaHalaman selanjutnya
Ke atas Ke atas..
Perakitan Galur
Unggul Kedelai Yang
Tahan Terhadap
Penyakit Virus.
(res)
Studi Keanekaragaman
Cendawan Mikoriza
Arbuskular Pada
Kebun Kelapa Sawit
Rakyat Dan Ptp Vii
Di Lampung Selatan.
(res)
Immobilisasi
Biomassa Alga Dengan
Polimer Pendukung
Sebagai Material
Bioreaktor Penyerap
Logam Berat. (res)
Studi Dan Aplikasi
Proses Enkapsulasi
Mikro Alga Dalam
Akuagel Silika
Sebagai Adsorben
Selektif Terhadap
Logam Brat. (res)
Analisis Struktur
Batuan Basementdan
Tanah Penutup Untuk
Penanggulangan
Bahaya Longsor
Pada Jalan-lintas
Propinsi Di Daerah
Sumberjaya
Kabupaten Lampung
Barat. (res)
Peningkatan
Kestabilan Enzim
Protease Dari
Bakteri Isolat Lokal
Bacillus Subtilis
Itbccb148 Dengan
Modifikasi Kimia.
(res)
Gerak Planar Dan
Nonplanar (whirling)
Suatu Tali Yang
Direntang Miring
Akibat Eksitasi
Harmonik Dan
Gravitasi. (res)
Pemanfaatan Zeolit
Alam Lampung Sebagai
Adsorben Udara
Pembakaran Ramah
Lingkungan Untuk
Meningkatkan
Prestasi Kendaraan
Bermotor Bensin
4-langkah. (res)
1 - 8 dari 76 Halaman sebelumnyaHalaman selanjutnya
Research Report dari LAPTUNILAPP / 2008-01-21 11:03:38

MENANAMKAN IDEOLOGI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DI KAWASAN PENYANGGA TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS MENGGUNAKAN MEDIA HIBURAN KOMIK FABEL DAN CERGAM DALAM RANGKA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Oleh: Ida Nurhaida, Dra.M.Si
Lembaga Penelitian
Dibuat: 2008-01-03 , dengan 1 file(s).

Keywords: MEDIA HIBURAN,KEANEKARAGAMAN HAYATI,TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
Subject: Masyarakat-aspek lingkungan

Call Number: 307 Nur m c.1

Abstrak

Kroniknya konflik manusia vs satwa liar (utamanya gajah dan harimau) di zona
penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan muara (outcome) dari kemerosotan kesetimbangan ekologi di sana. Namun hubungan yang sifatnya abstrak itu umumnya sulit difahami oleh petani. Terlebih lagi untuk memahami
hubungan konflik itu dengan persistennya kemerosotan hash panen maupun kemerosotan keanekaragaman hayati. Ini merupakan tantangan bagi para ahli komunikasi pembangunan untuk mengembangkan suatu strategi komunikasi yang
tepat dikaitkan dengan persoalan ekonomi sebagai entry point dalam menanamkan ideologi lingkungan sebagai landasan utama mitigasi konflik secara hakiki. Untuk itu maka telah dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk: (i) menyingkap akar masalah utama dari konflik manusia vs satwa liar dan (ii) merancang strategi
kampanye penanaman ideologi lingkungan dikaitkan dengan rencana
pengembangan potensi ekonomi lokal untuk pemecahan masalah konflik dengan
satwa liar.

Penelitian ini dilakukan mulai Juni sampai September 2007 meliputi survai lapang
dan analisis di laboratorium. Pekerjaan lapang dilakukan di 4 desa yang banyak
mengalami konflik yaitu Braja Luhur, Braja Asri, Rantau Jaya Udik, berturut-turut
dominan dengan etnis Jawa, Sunda, Lampung dan Desa Braja Yekti yang
merupakan campuran Jawa, Bali, dan Sunda. Telah dikumpulkan data demografi,
data fisik dan sosial-ekonomi-budaya, termasuk pengetahuan lokal dari khalayak
tentang ekologi dan konservasi Keragaman nayati. Data dipetik melalui wawancara dan FGD dengan masyakat (20-30 orang per desa/dusun). Wawancara
juga dilakukan kepada beberapa staf TNWK dan WCS (World Conservation Society), tokoh formal (kepada desa/dusun) maupun tokoh informal yang ada.

Untuk mengukur kemampuan literasi khalayak terhadap media penyuluhan, telah
dilakukan pengukuram readability mengadaptasi media yang telah dikembangkan
oleh Nurhaida dick (2005). Selain itu dikumpulkan berupa hasil-hasil penelitian
setempat yang relevan, dokumen perencanaan, monografi desa, dan terbitan
lainnya lain seperti buletin dan brosur. Data diekstrak dan ditabulasi secara
kualitatif maupun kuantitatif. Analisis terhadap akar utama masalah maupun
perumusan skenario pemecahannya dilakukan di Laboratorium Multi Media
Jurusan llmu Komunikasi Universitas Lampung dengan cara brainstorming,
disikusi dan berdebat diantara tim peneliti.
Simpulan yang dapat diambil dari penelitian tahun perianth ini adalah sebagai
berikut:
(i) Akar masalah utama konflik manusia vs satwa liar berasal dari: (a) tidak
terintegrasinya kebijakan program penempatan transmigrasi dengan program
pengembangan pelestarian keanekaragaman hanyati di wilayah ini pada masa
lalu yang sekarang bermuara pada jalin-menjalinnya (ramification) antara
masalah sosial-ekonomi-budaya masyarakat setempat dengan masalah
kemerosotan keragaman hayati dan kesetimbangan ekologi yang terus
memperburuk konflik itu, dan (b) rendahnya pengetahuan, tingginya mitosmitos
dalam masyarakat (seperti empedu dan otak satwa untuk obat penyakit,
culah badak untuk obat kuat, kumis macan untuk penahan dingin, gading
gajah untuk kemakmuran), absennya kearifan lokal dalam menghadapi
konflik, serta buruknya kinerja penyuluhan (akibat terbatas jumlah, frekuensi
serta alat bantu penyuluhan) maka berujung pada gagalnya berbagai upaya
mitigasi konflik yang pernah dilakukan di zona penyangga itu; dan
(ii) Untuk mencapai penyelesaian secara menyeluruh maka perlu ditempuh 2
skenario penguatan mitigasi konflik, yaitu (a) perlu mendesain pola pertanian
pada zona penyangga TNWK dengan mengukuhkan praktek wanatani
(agroforestry) karet, coklat, atau kopi di bawah tegakan tanaman kayu dengan
tanaman musiman berupa cabe (Capsicum annum), (b) perlu edukasi dan
mengenalkan inovasi tentang penangkalan serangan gajah dengan penggunaan
tali yang diolesi pasta cabe sebagai cara yang terbukti efektif di berbagai
belahan dunia, yang merupakan cara yang paling mungkin dilakukan pleb
masyarakat secara mandiri.
Rekomendasi yang penting untuk dilakukan adalah:
(i) Perlu dilakukan gerakan pelestarian keragaman hayati pada masyarakat zona
penyangga TNWK yang mesti dipraktekkan sebagai bagian dari perkehidupan
dan matapencahariannya sehari-hari petani, dan
(ii) Perlu melakukan revitalisai program penyuluhan dengan mengintensifkan
semua aset komunikasi yang tersedia, mengembangkan strategi yang tepat,
menguatkan kelembagaan yang ada serta menyediakan alat bantu atau media
penyuluhan yang handal, murah dan mempunyai durabiltas yang panjang
seperti media cetak yang sangat potensial misalnya komik, cergam, fotonovela
maupun fabel ataupun lainnya.
(iii) perlu dilakukan upaya-upaya penguatan kelembagaan kepada semua
stakeholder yang berkompeten terhadap kelestarian keanekaragaman hayati
(utamanya di Propinsi Lampung) agar praktek-praktek tersebut segera dapat
tertanam dan membudaya di masyarakat zona penyangga TNWK.

Hubungi kami:

DL Name: Lampung University Library
PublisherID: LAPTUNILAPP
Organization: Lampung University
Contact: Perpustakaan Universitas Lampung
Address: Jl.Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1
City: Bandar Lampung
Region: Lampung
Country: Indonesia
Phone: 62-721-706352
Fax: 62-721-706351
Admin Email: dedi[at]unila.ac.id
CKO Email: library[at]unila.ac.id

 

Comment Beri Komentar # (0)
Bookmark Bookmark Print Printer

Tips
Perlu informasi? Klik Bookmark, lalu tulis pesan anda kepada petugas kami.
Kontributor
peneliti 2:Agus
Setiawan,Dr.Ir. M.Si.
Peneliti 3:Gede A.B.
Wiranata,Dr.S.H.,
M.H.peneliti 4:Pairul
Syah,Drs.
Editor: yura_yamasuka@yahoo.co.
id
Download

Download hanya untuk pengunjung yang sudah login.

Tampilan: [kecil] [sedang] [besar]


File: 2007 LP LP Nurhaida 1.pdf (384619 bytes; )


Tampilan: [kecil] [sedang] [besar]

Copyright © 2002-2003 - KMRG ITB. All rights reserved. 
This work was carried out with the aid of a grant from YLTI Indonesia
and IDRC Canada.
Server ID: LAPTUNILAPP
Admin: dedi[at]unila.ac.id
Knowledge Officer: library[at]unila.ac.id
Address: Jl.Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Indonesia
Phone: 62-721-706352 - Fax: 62-721-706351
0 min 0 secs