BAYU FAHMY PUJAKESUMA, 0712011132 (2015) PELAKSANAAN PENGUPAHAN TERHADAP TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN PANJANG. FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (14kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (8kB) | Preview |
|
|
Text
COVER DALAM.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text
COVER DEPAN.pdf Download (18kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (12kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (393kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (300kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (386kB) | Preview |
|
|
Text
MOTO.pdf Download (13kB) | Preview |
|
|
Text
PERSEMBAHAN.pdf Download (4kB) | Preview |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Download (10kB) | Preview |
|
|
Text
SANWACANA.pdf Download (61kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (27kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (50kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (20kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (302kB) |
||
|
Text
BAB V.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (13kB) | Preview |
Abstract
Pengupahan merupakan aspek yang sangat penting dalam proses bongkar muat dipelabuhan. Upah Bongkar Muat menjadi suatu hal yang diperhatikan dalam aktivitas bongkar muat sehingga tenaga kerja bongkar muat mendapatkan kesejerahteraan yang layak. Menurut ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah “setiap pekerja/ buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” Sedangkan bagi penetapan tarif bongkar muat diatur dalam Kepmenhub Nomor 35 Tahun 2007 yang memuat tentang tarif bongkar muat di pelabuhan yaitu"Untuk tarif borongan berpedoman pada upah minimum provinsi”. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Pelaksanaan Pengupahan Terhadap Tenaga Kerja Bongkar Muat oleh Koperasi TKBM di Pelabuhan Panjang dan Apakah faktor penghambat dalam Pelaksanaan Pengupahan Terhadap Tenaga Kerja Bongkar Muat oleh Koperasi TKBM di Pelabuhan Panjang Untuk dapat menjawab permasalahan yang akan dibahas, maka dilakukan pendekatan yuridis dan empiris yang menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui studi lapangan. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Analisa data dilakukan dengan cara analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Bentuk pengupahan yang dilakukan oleh koperasi tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Panjang dapat dilakukan dengan upah harian atau upah borongan Sedangkan Upah minimum TKBM dihitung sekurang-kurangya sama dengan upah minimum provinsi (UMP)/Upah Minimum Kabupaten/Kota yang ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/Walikota, untuk UMR harian dihitung dengan rumusan : Upah Minimun Provinsi dibagi dua puluh satu (21) hari Kerja Untuk menghindari adanya penyimpangan terhadap Pelaksanaan Pengupahan Terhadap Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Panjang dibentuk lah Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat yang dibina dan diawasi oleh beberapa instansi pemerintah diantaranya Administratur Pelabuhan (ADPEL), Dinas Koperasi, Dinas Ketenagakerjaan , dan Dinas Perhubungan Abstrak Bahasa Inggris
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory Hukum Pidana > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1 |
| Depositing User: | 5301517 . Digilib |
| Date Deposited: | 05 Oct 2015 02:46 |
| Last Modified: | 05 Oct 2015 02:46 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/12993 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
