ANALISIS FINANSIAL TERMINAL INDUK RAJABASA BANDARLAMPUNG

0041021040, YULIAN HANDIKA ANALISIS FINANSIAL TERMINAL INDUK RAJABASA BANDARLAMPUNG. Digital Library.

[img]
Preview
Text
0041021040-abstrak.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0041021040-kesimpulan.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0041021040-abstract.pdf

Download (155Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0041021040-pendahuluan.pdf

Download (123Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Salah satu komponen penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi adalah jaringan prasarana dasar termasuk prasarana sistem terminal transportasi. Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung adalah terminal tipe-A yang ada di Propinsi Lampung, dan sebagai konsekuensi yang harus ditanggung adalah bahwa terminal ini berfungsi sebagai pintu gerbang utama arus pergerakan darat di Propinsi Lampung. Beberapa kondisi yang menunjukkan kegagalan pengelolaan Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung adalah kesemrawutan arus pergerakan yang terjadi di dalam terminal, masalah keamanan dan kenyamanan penumpang, kekumuhan, kasus percaloan bahkan sudah mengarah ke tindak kriminal, munculnya terminal-terminal bayangan baik yang di dalam lingkungan terminal maupun di beberapa ruas jalan di luar lingkungan Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung. Berdasarkan paparan kondisi di atas, kiranya perlu dilaksanakan penataan kembali dari Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung sebagai gerbang Ibukota Propinsi Lampung berkenaan dengan keteraturan dan kelengkapan sarana dan prasarana. Permasalahan penulisan skripsi ini adalah apakah pengembangan Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung layak dilaksanakan secara finansial. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kelayakan pengembangan Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung secara finansial. Berdasarkan permasalahan yang ada, dapat penulis kemukakan hipotesis bahwa pengembangan Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung layak untuk dilaksanakan secara finansial. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, penulis menggunakan Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Present Value (NPV). Hasil analisis finansial memperlihatkan bahwa masing-masing alternatif pengembangan layak untuk dilaksanakan. Adapun komponen-komponen yang mencakup di dalamnya adalah: total investasi pada alternatif I adalah sebesar Rp.9.402.109.200,00 dan pada alternatif II adalah sebesar Rp.15.856.255.800,00. Biaya pemeliharaan per 2 tahun pada alternatif I dan alternatif II adalah masing-masing Rp.100.000.000,00 yang dimulai dari tahun kelima. Besarnya perbandingan manfaat biaya (BCR) pada alternatif I adalah sebesar 1,87 dan pada alternatif II adalah sebesar 1,12. Tingkat pengembalian (IRR) pada alternatif I adalah sebesar 13,00 % dan pada alternatif II adalah sebesar 5,00 %. Nilai bersih sekarang (NPV) pada alternatif I adalah Rp.6.721.270.215,00 dan pada alternatif II adalah sebasar Rp.574.463.930,23. Periode pengembalian investasi pada alternatif I adalah 9,30 tahun dan pada alternatif II adalah 14,90 tahun. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung layak untuk dilaksanakan secara finansial, dan masih memungkinkan untuk dikembangkan sampai tahun 2024. Melalui pengembangan ini, potensi Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung sebagai salah satu terminal Tipe-A masih mampu bersaing untuk menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandarlampung.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Depositing User: UPT . TIK4
Date Deposited: 18 Dec 2015 07:26
Last Modified: 18 Dec 2015 07:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/15687

Actions (login required)

View Item View Item