POLITIK MEDIA DALAM KONFLIK ANTARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 (Analisis Framing Pada Pemberitaan Metro TV dan TV One)

SITI AISYAH PEMERINTAHAN, 1116021104 (2015) POLITIK MEDIA DALAM KONFLIK ANTARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 (Analisis Framing Pada Pemberitaan Metro TV dan TV One). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (22Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER LUAR.pdf

Download (17Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (17Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR SINGKATAN.pdf

Download (4Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (98Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf

Download (113Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTO.pdf

Download (18Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
PERSEMBAHAN.pdf

Download (37Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SURAT PERNYATAAN.pdf

Download (129Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (30Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (114Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (31Kb) | Preview
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (733Kb)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (25Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Tahun 2015, terjadi konflik antara dua lembaga negara yaitu KPK dan Polri. Dalam konflik tersebut, Metro TV dan TV One memiliki peranan yang sangat penting karena kedudukan media ini sebagai alat penyampai informasi konflik kepada masyarakat. Selain itu, Metro TV dan TV One dimiliki oleh elit politik yang pada pilpres tahun lalu kedua media ini digunakan sebagai alat kampanye politik oleh pemiliknya. Dengan menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing yang dilakukan Metro TV dan TV One terhadap berita konflik antara KPK dan Polri tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sintaksis Metro TV dan TV One memiliki persamaan dalam menyusun fakta berita, yaitu dengan menjadikan berita yang melibatkan dua lembaga, bukan antara individu dengan individu. Secara skrip, Metro TV dan TV One mengisahkan fakta berita dalam dua bingkai yang berbeda, Metro TV lebih cenderung menggunakan kalimat tanya “apa”, sedangkan TV One menggunakan kalimat tanya “bagaimana”. Kedua stasiun televisi ini, menuliskan fakta (tematik) dalam makna konotasi yang berbeda, Metro TV lebih implisit sedangkan TV One lebih eksplisit. Metro TV menekankan fakta (retoris) dengan desain grafis yang lebih dominan indoor dengan menghadirkan narasumber dari pihak Polri, sedangkan TV One dominan outdoor dengan menghadirkan narasumber dari pihak KPK, akademisi, dan masyarakat. Penelitian ini membuktikan bahwa media dalam negara demokrasi yang dimiliki oleh golongan tertentu yang memiliki kepentingan tertentu serta dekat dengan pemerintah akan mendukung kebijakan pemerintah, tapi media yang tidak dekat dengan pemerintah akan menolak kebijakannya. Kata Kunci : Framing, Politik Media, Berita Konflik KPK dan Polri Tahun 2015, Konflik Elit ABSTRACT In 2015, there was conflict between the two state institutions, namely the Commission and the National Police. In such conflicts, Metro TV and TV One has a very important role because position of this media as a tool of conflict transmitter of information to the public. In addition, Metro TV and TV One is owned by the political elite in the presidential election last year both these media are used as tools of political campaigns by the owner. By using the framing analysis models Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, the purpose of this study is determine how the framing is done by Metro TV and TV One about the conflict’s news between the KPK and the Police in 2015. The results show that syntactically Metro TV and TV One have equation in compiling news facts, by making the news involving the two institutions, not between individuals. In the script, Metro TV and TV One relates the fact of the news in two different frames, Metro TV are more likely to use the phrase wondering "what", while TV One use interrogative sentence "how". Both of these television stations, write the facts (thematic) in different connotations, Metro TV more implicit while TV One more explicit. Metro TV emphasizes the fact (rhetorical) with graphic design more dominant indoor with keynote speakers from the Police, while TV One dominant outdoor with keynote speakers from the Commission, academia, and the civil. This study proves that the media in a democracy state that owned by certain groups who have a particular interest and close to the government will support the government's policy, but the media are not close to the government will reject the policy. Keywords: Framing, Political Media, News Conflict KPK and The Police 2015, Elite Conflict

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: 8137333 . Digilib
Date Deposited: 22 Jan 2016 07:57
Last Modified: 22 Jan 2016 07:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/19191

Actions (login required)

View Item View Item