KETAHANAN PANAS KOMPOSIT MATRIK PHENOLIC BERPENGUAT ABU TERBANG

MUHAMMAD IRVAN , (0915021039) (2015) KETAHANAN PANAS KOMPOSIT MATRIK PHENOLIC BERPENGUAT ABU TERBANG. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (17Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (18Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENGESAHKAN.pdf

Download (110Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENYETUJUI.pdf

Download (112Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTO.pdf

Download (35Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SURAT PERNYATAAN.pdf

Download (77Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (27Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (357Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (209Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (297Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (25Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Fly ash adalah limbah yang dihasilkan pada proses pembakaran batubara, jumlah tersebut cukup besar sehingga memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Sistem pengereman pada kereta api memerlukan bahan kampas rem yang dapat dibuat dengan menggunakan komposit, limbah fly ash sebagai penguat komposit tersebut. Temperatur operasional kampas rem yaitu sampai 350°C, sehingga penelitian ketahanan panas kampas rem diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ketahanan panas komposit berpenguat abu terbang batubara bermatrik phenolic. Komposit yang digunakan adalah jenis komposit partikel dengan perbandingan phenolic resin 50%, 60%, 70%, 80% sebagai matrik, BaSO 10% sebagai bahan pengisi 4 dan fly ash selama 10 menit sehingga mendapatkan campuran yang homogen, kemudian memanaskan komposit dengan temperatur 250 ° C dan ditekan dengan tekanan 5 ton selama 20 menit. Setelah proses penekanan selesai selanjutnya adalah proses curing. Pada proses curing spesimen komposit dipanaskan dengan menggunakan furnace selama 4 jam dengan temperatur 150 ° C. Pada penelitian ini spesimen dibentuk menjadi serbuk. Pengujian thermogravimetric dapat dilakukan. Komposit fly ash 40%/Phenolic memiliki ketahanan panas tertinggi dan komposit fly ash 10%/Phenolic memiliki ketahanan panas terendah. Pengurangan awal antara temperatur 100-150°C yaitu pengurangan uap air, tahap berikutnya pada rentang temperatur 150-350°C adalah pengurangan berat resin phenolic didalam sampel karena titik dekomposisi resin tersebut berkisar antara 240-280°C. Tahap terakhir yaitu antara temperatur 350-1000°C dimana terjadi pengurangan resin fenol yang belum terdekomposisi karena pada suhu diatas 300°C resin fenol kembali akan terbakar tanpa melalui proses pelelehan. Kandungan bahan BaSO tidak mengalami pengurangan berat karena BaSO memiliki titik dekomposisi sebesar 1580°C. Fly ash sebagai penguat komposit belum mengalami pengurangan berat karena temperatur cair umumnya pada 900-1600°C. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini yaitu semakin banyak fly ash didalam komposit semakin tinggi pula temperatur ketahanan panas komposit fly ash/phenolic. 4 Kata Kunci : Komposit, Fly ash/Phenolic,Kampas rem, Ketahanan panas. 4 4 ABSTRACT Fly ash is the waste produced at coal combustion process, the amount is large enough to require management that does not cause environmental problems. Braking systems on trains require a brake canvas material that can be made using composites, waste fly ash as reinforcement composite. Operating temperature of the brake canvas that is up to 350°C, so the research for heat resistance of brake canvas is required. The purpose of this research was to determine the heat resistance of phenolic matrix composite with fly ash coal as amplifier. Composites that are used is particle type of composite with ratio of phenolic resin of 50%, 60%, 70%, 80% as a matrix, BaSO 10% as a filler, fly ash 40%, 30%, 20%, 10% as an amplifier. Research method conducted by mixing the composition 4 4 and fly ash for 10 minutes to obtain a homogeneous mixture, then heat up the composite totemperature of 250°C and pressed with pressure of 5 tons for 20 minutes. Once the suppression process is complete, continued with the curing process. In the curing process, composite specimen is heated using the furnace for 4 hours at temperature of 150°C. In this research the specimen was formed into powder. Thermogravimetric testing can be done. Composite of 40% fly ash/Phenolic has the highest heat resistance and composite of 10% fly ash/Phenolic has low heat resistance. The early reduction between temperature of 100-150°C is the reduction of water vapor, the next phase in the temperature range 150-350°C is the weight reduction of the phenolic resin in the sample because the resin decomposition point range between 240-280°C. Last phase is the temperature of 350-1000°C where there is a reduction in phenolic resin that has not decomposed due to temperatures above 300°C phenol resin will burn back without going through the melting process. BaSO ingredients do not experience weight loss because BaSO 4 4 has a decomposition point of 1580°C. Fly ash as a composite reinforcement has not undergone weight reduction because the liquid temperature is generally at 900-1600°C. The conclusion of this research is increasingly fly ash in the composite the higher the temperature of the heat resistance of the composite fly ash/phenolic. Keywords: Composites, Fly ash/Phenolic, brake canvas, heat resistance.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Teknologi > Teknik mesin dan mesin
Teknologi > Teknik mesin dan mesin
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Teknik Mesin
Depositing User: 6549999 . Digilib
Date Deposited: 29 Jan 2016 02:13
Last Modified: 29 Jan 2016 02:13
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/20678

Actions (login required)

View Item View Item