STUDI KEKUATAN BATU BATA PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN CAMPURAN BAHAN ADDITIVE ABU SEKAM PADI DAN ABU AMPAS TEBU

Idharmahadi Adha, Aldharin Rizky Akbar (2014) STUDI KEKUATAN BATU BATA PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN CAMPURAN BAHAN ADDITIVE ABU SEKAM PADI DAN ABU AMPAS TEBU. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (47Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (85Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf

Download (159Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (153Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SURAT PERNYATAAN.pdf

Download (80Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (90Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (165Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (221Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (387Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (89Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (94Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN - LAMPIRAN.pdf

Download (1638Kb) | Preview

Abstrak

Batu bata adalah salah satu material bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pabrik batu bata yang dibangun masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bangunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. Pada bangunan konstruksi gedung bertingkat, batu bata berfungsi sebagai non-stuktural yang dimanfaatkan untuk dinding pembatas dan estetika tanpa memikul beban konstruksi. Pada penelitian ini proses pembuatan batu bata adalah menggunakan bahan alternatif berupa campuran tanah dengan bahan additive berupa abu ampas tebu dan abu sekam padi. Sampel tanah yang diuji pada penelitian ini berupa tanah berbutir halus yang berasal dari Yosomulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Variasi kadar campuran yang digunakan adalah 5%, 10%, 15% dan 20%, dengan perbandingan antara abu ampas tebu dan abu sekam padi adalah 1 : 1 dengan waktu pemeraman selama 14 hari serta dengan perlakuan batu bata adalah tanpa pembakaran dan pasca pembakaran. Berdasarkan hasil pengujian fisik tanah asli, USCS mengklasifikasikan sampel tanah sebagai tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok ML. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembuatan batu bata menggunakan material tanah dengan bahan additive berupa abu ampas tebu dan abu sekam padi dapat memenuhi kreteria SNI dengan mutu sedang atau mutu kelas dua. Akan tetapi, secara umum penambahan bahan additive tersebut dapat meningkatkan sifat fisik dan mekanik tanah. Hal ini terbukti kuat tekan pasca pembakaran, batu bata dengan penambahan bahan additive dibandingkan dengan batu bata tanpa bahan additive serta dengan daya serap air lebih kecil dari 20%. Untuk nilai kuat tekan batu bata dengan penambahan bahan additive pasca pembakaran paling baik diperlihatkan pada penambahan kadar campuran 15%. Namun secara ekonomis, lebih baik menggunakan abu sekam padi pada kadar campuran 5%. Kata Kunci : batu bata, tanah berbutir halus, kuat tekan, daya serap air

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Teknologi > Mesin (General). Mesin Sipil (General)
Teknologi > Mesin (General). Mesin Sipil (General)
Mesin (General). Mesin Sipil (General)
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Magister Teknik Sipil
Depositing User: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 19 Jun 2014 05:58
Last Modified: 19 Jun 2014 05:58
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/2090

Actions (login required)

View Item View Item