ANALISIS KETAHANAN LELAH BAJA KARBON AISI 1045 YANG DITEMPERING

Hendra Prawira, 0815021033 (2014) ANALISIS KETAHANAN LELAH BAJA KARBON AISI 1045 YANG DITEMPERING. Fakultas Teknik, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRACT english.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER dalam.pdf

Download (28Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Halaman Persetujuan.pdf

Download (170Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Halaman Pengesahan.pdf

Download (169Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
PERNYATAAN PENULIS.pdf

Download (4Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (93Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Persembahan.pdf

Download (82Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTTO.pdf

Download (175Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Sanwacana.pdf

Download (177Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (20Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (84Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR Lampiran.pdf

Download (80Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR Gambar.pdf

Download (89Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (170Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (535Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (386Kb) | Preview
[img] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (884Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (87Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (10Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK (In) Baja karbon sedang merupakan material yang banyak diproduksi dan digunakan dalam dunia industri. Baja karbon AISI 1045 adalah salah satu jenis baja karbon yang banyak digunakan sebagai bahan pembuat poros untuk komponen mesin. Pada penggunaannya, poros beroperasi menerima beban dinamik dalam waktu yang lama, sehingga rentan mengalami kegagalan saat digunakan akibat mengalami kegagalan lelah. Ketahanan lelah suatu baja dipengaruhi sifat mekanis dan struktur mikro baja tersebut. Perlakuan panas merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk merubah sifat mekanis dan struktur mikro suatu baja dan salah satu jenis perlakuan panas yang dapat diberikan pada baja AISI 1045 adalah metode tempering yang dapat meningkatkan keuletan baja tersebut. Untuk mengetahui nilai ketahanan lelah baja AISI 1045 yang telah diberikan perlakuan panas tempering, dilakukan dengan melakukan pengujian ketahanan lelah menggunakan alat rotary bending. Adapun metode pengujian yang dilakukan adalah memberikan variasi pembebanan sebesar 20%, 30%, 40%, 50% dan 60% dari nilai tegangan tarik maksimum dari baja tersebut, serta melakukan pengamatan makroskopik tehadap pola perpatahan yang terjadi pada spesimen pengujian. Hasil pengujian menunjukkan nilai ketahanan lelah maksimum yang dicapai adalah 1.107.150 siklus pada pembebanan 30%, disertai patah getas pada pembebanan 50% dan 60%, patah ulet-getas pada pembebanan, 40%, dan patah ulet pada pembebanan 30%. ABSTRACT (En) Steel is a material that is widely used in the industrial world. One of the widely used type of steel is AISI 1045 steel as the material of the shaft for the engine components maker. On its use, the axis of operation receive dynamic load in a long time, so that the vulnerable experienced a failure when used due to experiencing fatigue failure. A weary resilience steel affected by mechanical properties and microstructure of the steel. Heat treatment is one way that can be done to change the mechanical properties and microstructure of steel and one of a kind of heat treatment that can be given on the steel AISI 1045 is tempering method which can improve the steel ductility. To find out the fatigue strength value of AISI 1045 steel that has been granted tempering heat treatment, can be done by performing testing using the rotary bending testing machine. As for the testing method is done by giving the variation of load by 20%, 30%, 40%, 50% and 60% of the ultimate tensile strength value, as well as do macroscopic observations by taking action against the pattern of the fracture that occurs in the test specimens. The test results show that the value of the maximum fatigue strength is able to accomplish is 1.107.150 cycle on the 30% loading, accompanied by brittle fracture on the 50% and 60% loading, ductile-brittle fracture on the 40% loading and ductile fracture on the 30% loading.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
A General Works = Karya Karya Umum > Karya Karya Umum = 000
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Teknik Mesin
Depositing User: 801382 . Digilib
Date Deposited: 06 Oct 2014 03:46
Last Modified: 06 Oct 2014 03:46
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/3759

Actions (login required)

View Item View Item