PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN FLY OVER DI KOTA BANDAR LAMPUNG

ALDO PERDANA PUTRA, 1012011308 (2014) PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN FLY OVER DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (87Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (82Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (131Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf

Download (194Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (188Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTO.pdf

Download (36Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (111Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (193Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (249Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (67Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK INDONESIA Pembangunan di Kota Bandar Lampung sangat pesat, salah satunya Pembangunan Fly Over di Jalan Gajah Mada, Pembangunan fly Over merupakan salah satu bentuk pembangunan kepentingan umum, hal tersebut sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, atas dasar peraturan tersebut maka Pemerintah dapat mengambil tanah masyarakat, hal ini juga sejalan dengan UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, pembangunan Fly Over di Bandar Lampung salah satunya terletak di Jalan Gajah Mada, dalam pembangunan Fly Over Gajah Mada tersebut ternyata masyarakat banyak yang merasa dirugikan dikarenakan antara lain ganti rugi tanah hanya berdasarkan NJOP dan banyak toko-toko disepanjang Fly Over tersebut tutup karena menurunnya omzet. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan Fly Over di Kota Bandar Lampung? (2) Dampak apa yang timbul dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan Fly Over di Kota Bandar Lampung? Metode penelitian yang dipergunakan adalah dengan menggunakan pendekatan normatif empiris dengan data yang bersumber dari data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan 1) pelaksanaan pembangunan Fly Over Jalan Gajah Mada Kota Bandar Lampung melalui beberapa tahapan seperti; penetapan lokasi, penyuluhan (sosialisasi), penentuan batas lokasi inventarisasi, pengumuman hasil inventarisasi, musyawarah penetapan nilai ganti kerugian, pemberian ganti kerugian, dan pelepasan tanah instansi. 2) Dampak dalam pelaksaanaan pengadaan tanah untuk pembangunan Fly Over di Kota Bandar Lampung terdapat dampak positif dan negatif, dampak positifnya ialah tidak terjadinya kemacetan lagi didaerah Jalan Gajah Mada Kota Bandar Lampung, hal ini sesuai dengan UU no. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa kelancaran lalu lintas dijalan raya merupakan kewajiban setiap pemerintah daerah, dalam hal ini dinas perhubungan, Dampak negative yaitu menurunnya omzet masyarakat dibawah Fly Over secara signifikan sampai 70% dan apabila hujan masih terjadi banjir dilokasi bawah Fly Over tersebut karena tidak adanya daerah resapan air disana, hal ini bertentangan juga dengan UU Lingkungan Hidup, dalam pembangunan Fly Over di Jalan Gajah Mada ternyata merusak Lingkungan. Hendaknya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Instansi yang berkepentingan untuk melaksanakan kegiatan pembebasan tanah memperhatikan keadaan masyarakat yang berada dilingkungan Fly Over yang terkena dampak langsung yang ditimbulkan akibat dibangunnya Fly Over tersebut dan kepada pihak instansi yang hendak melaksanakan kegiatan pembebasan tanah, kiranya ganti kerugian yang ditawarkan tidak hanya berupa uang saja, akan tetapi dimungkinkan dalam bentuk lain, seperti tanah pengganti, permukiman kembali, dan bentuk lain yang disetujui oleh kedua belah pihak. Kata Kunci: Pelaksanaan, Pengadaan Tanah, Fly Over Kota Bandar Lampung. ABSTRAK INGGRIS City development in Bandar Lampung was very rapidly developed, one of them was Fly Over Development in Gajah Mada Street, the establishment of fly over was one of development for public interest, as regulated in UU Number 5 year 1960 about basic regulation of the agrarian principle, basic on that regulation government could take public land, in this case was also in accordance to Act Number 2 year 2012 about land acquisition for development and public interest, the one of fly over development in Bandar Lampung was at Gajah Mada Street, in the construction of fly over in Gajah Mada Street,it turns out that many people who felt disadvantaged because the indemnity of the land only based on NJOP and many shops along the Fly Over closed because of declining turnover. The problem in this study were (1) How was the implementation of land acquisition for development of Fly Over in Bandar Lampung? (2) What were the impacts arising in the implementation of land acquisition for development of Fly Over in Bandar Lampung? The research method used was a normative approach to the empirical data derived from primary and secondary data. The results showed that 1) the implementation of development of Fly Over Gajah Mada Street Bandar Lampung was through several stages such as; determining the location, education (socialization), the determination of the location of the inventory limit, the announcement of inventory, determination of the value of compensation, compensation administration, and disposal of land agencies. 2) the impact in the implementation of development of Fly Over at Gajah Mada street Bandar Lampung there was a positive impact and negative impact, the positive side that, there were no more traffic jams occured in Gajah Mada area in Bandar Lampung, this was in accordance with the Act Number 22 year 2009 about traffic and public transportation that smoothness of the traffic on the road is the duty of every local government, in this case the transportation department. The negative impact of declining of revenue towards local society lived under the Fly Over because there was no water drainage area there. It was also against the Act of Environment, in the construction of fly over at Gajah Mada, it had damaged the environment. Government of Bandar Lampung and relevant Institutes should conduct the land acquisition activities with the concern about the circumstances of the community who were affected by Fly Over directly caused by the construction of the Fly Over itself and to the Institutes that wanted to conduct the land acquisition, compensation offered would not only in the form of money, but also possible in other forms, such as replacement land, resettlement, and other forms approved by both parties. Keywords: Implementation, Land Acquisition, Fly Over in Bandar Lampung City

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > HE Transportation and Communications
J Political Science > JS Local government Municipal government
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Administrasi negara
Depositing User: Farid Hambali Prihantoro, A.Md.
Date Deposited: 27 Oct 2014 02:48
Last Modified: 25 Mar 2015 07:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/4718

Actions (login required)

View Item View Item