ANALISIS PENENTUAN WILAYAH BLACKSPOT TERJADINYA KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN SOEKARNO-HATTA LAMPUNG (STUDI KASUS SIMPANG TUGU PAHLAWAN – BUNDARAN RADEN INTAN)

YUDA ARIZA FERDIAN DM, 1115011112 (2018) ANALISIS PENENTUAN WILAYAH BLACKSPOT TERJADINYA KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN SOEKARNO-HATTA LAMPUNG (STUDI KASUS SIMPANG TUGU PAHLAWAN – BUNDARAN RADEN INTAN). FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK.pdf

Download (77Kb) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2479Kb)
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2521Kb) | Preview

Abstrak

Kecelakaan lalu lintas perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar. Keamanan, kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan menjadi faktor yang terganggu apabila kecelakaan terjadi. Kecelakaan di jalan selalu berdampak pada kerusakan dan kerugian bagi kendaraan yang terlibat kecelakaan maupun pengguna jalan disekitarnya. Penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah karena kondisi lalu lintas yang kurang baik. Kondisi tersebut terbagi dalam 4 faktor yang antara lain adalah faktor manusia, faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan. Mengetahui Wilayah Blackspot merupakan salah satu upaya untuk mengetahui wilayah yang berbahaya dan untuk mencari solusi agar tingkat kecelakaan bisa dikurangi. Jalan Soekarno-Hatta ruas Simpang Tugu Pahlawan – Bundaran Raden Intan merupakan ruas jalan dengan intensitas kecelakaan tinggi dan perlu untuk dicarikan solusi agar tingkat kecelakaan bisa dikurangi. Data kecelakaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari pihak Kepolisian Polresta Bandar Lampung pada tahun 2015 sampai tahun 2017. Metode yang digunakan yaitu Metode Frekuensi, Metode Pembobotan Bina Marga, Metode Pembobotan INDII-Aus Aid dan Metode KSI. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Wilayah Blackspot yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, mengetahui penyebab yang mempengaruhi dan pencegahan agar tingkat kecelakaan yang terjadi bisa di antisipasi serta bagaimana cara mengatasi Wilayah Blackspot tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dari Metode Frekuensi, Pembobotan Bina Marga, Pembobotan INDII-Aud Aid serta KSI, pada tahun 2017 diperoleh 7 Wilayah Blackspot, yaitu pada wilayah 2, wilayah 5, wilayah 14, wilayah 15, wilayah 16, wilayah 17 dan wilayah 19. Pada tahun 2016 hanya menggunakan Metode Frekuensi diperoleh 6 Wilayah Blackspot, yaitu wilayah 11, wilayah 12, wilayah 15, wilayah 16, wilayah 17 dn wilayah 19. Sedangkan pada tahun 2015 juga hanya menggunakan Metode Frekuensi diperoleh 5 Wilayah Blackspot, yaitu wilayah 10, wilayah 12, wilayah 15, wilayah 16 dan wilayah 17. Dari tahun 2015 sampai 2017, wilayah 15 dan wilayah 17 selalu menjadi Wilayah Blackspot. Kata Kunci : Blackspot, Metode Frekuensi, Metode Pembobotan Bina Marga, Metode Pembobotan INDII-Aud Aid, Metode KSI Traffic accidents need to get greater attention. Safety, smoothness and comfort of road users become a disturbed factor if an accident occurs. Road accidents always have an impact on damage and losses for vehicles involved in accidents and road users around them. The cause of traffic accidents is due to unfavorable traffic conditions. The condition is divided into 4 factors which include human factors, vehicle factors, environmental factors and road factors. Knowing the Blackspot Area is an effort to find out the dangerous area and to find a solution so that the accident rate can be reduced. Soekarno-Hatta Road Simpang Tugu Pahlawan segment - Raden Intan Roundabout is a road with high accident intensity and needs to be found for a solution so that the accident rate can be reduced. The accident data used in this study are secondary data obtained from the Bandar Lampung Police Department in 2015 to 2017. The methods used are Frequency Method, Highways Weighting Method, INDII-Aus Aid Weighting Method and KSI Method. The purpose of this study is to find out the Blackspot Region which often occurs in traffic accidents, knowing the causes that influence and prevention so that the level of accidents that occur can be anticipated and how to overcome the Blackspot Region. Based on the results of calculations obtained from the Frequency Method, Weighting of Highways, Weighting of INDII-Aud Aid and KSI, in 2017 7 Blackspot Areas were obtained, namely in area 2, region 5, region 14, region 15, region 16, region 17 and region 19. In 2016 only used the Frequency Method obtained by 6 Blackspot Areas, namely region 11, region 12, region 15, region 16, region 17 and region 19. Whereas in 2015 also only used the Method of Frequency obtained by 5 Blackspot Areas, namely region 10 , region 12, region 15, region 16 and region 17. From 2015 to 2017, regions 15 and regions 17 always become Blackspot Regions. Keywords: Black Spot, Frequency Method, Highways Weighting Method, INDII-Aud Aid Weighting Method, KSI Method

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi > 620 Teknik & Rekayasa
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Teknik Sipil
Depositing User: 188569502 . Digilib
Date Deposited: 05 Jul 2019 07:31
Last Modified: 05 Jul 2019 07:31
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/57671

Actions (login required)

View Item View Item