PENGARUH PEMANFAATAN FILTER UDARA BERBAHAN ZEOLIT TERAKTIVASI FISIK MENGGUNAKAN Microwave TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR BENSIN 4-LANGKAH

TATA KURNIAWAN , 1315021061 (2019) PENGARUH PEMANFAATAN FILTER UDARA BERBAHAN ZEOLIT TERAKTIVASI FISIK MENGGUNAKAN Microwave TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR BENSIN 4-LANGKAH. JURUSAN TEKNIK MESIN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1617Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1618Kb) | Preview

Abstrak

Udara atmosfer mengandung berbagai macam gas seperti nitrogen 78%, oksigen 21%, dan 1% gas lainnya. Hal tersebut dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna sehingga terjadi penurunan prestasi mesin. Karena komposisi utama proses pembakaran adalah bahan bakar dan oksigen. Akan tetapi, permasalahan tersebut dapat dikurangi dengan cara pemanfaatan filter udara berbahan zeolit teraktivasi fisik microwave yang meningkatkan kualitas udara pembakaran. Zeolit merupakan jenis batuan yang mampu mengadsorb (menangkap) partikel berukuran molecular atau angstrom seperti uap air dan nitrogen di udara. Upaya untuk meningkatkan daya adsorb zeolit ini dapat dilakukan dengan mengaktivasinya secara fisik menggunakan microwave, sehingga dengan mengontakkan udara pembakaran pada zeolit akan dihasilkan udara yang kaya oksigen. Prestasi mesin sepeda motor bensin 4 langkah dikatakan bagus apabila terjadi penurunan konsumsi bahan bakar, mampu meningkatkan akselerasi, dan mereduksi emisi gas buang yang mengandung CO dan UHC. Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan filter zeolit terhadap prestasi mesin, dilakukan 4 pengujian yaitu pengujian berjalan pada kecepatan 60 km/jam sejauh 5 km, uji stasioner pada 2500 dan 5000 rpm, uji akselerasi pada 0–80 km/jam, serta uji emisi pada 1500, 2500, dan 5000 rpm menggunakan filter terbaik dari ketiga pengujian sebelumnya. Sebelum digunakan zeolit diaktivasi menggunakan microwave dengan daya 80%, waktu 3, 6, dan 9 menit. Pengujian dilakukan hanya menggunakan filter dengan kerapatan pelet 75%. Kemudian setelah mendapatkan waktu terbaik 6 menit, zeolit diaktivasi pada daya 80%, 60%, dan 40% selama 6 menit. Variasi kerapatan pelet (variasi jumlah pelet) yang digunakan saat pengujian adalah 50%, 75%, dan 100%. Waktu aktivasi 6 menit mampu menghemat uji jalan sebesar 7,28%, dan 5,84% pada uji stasioner rpm 5000, sedangkan pada aktivasi 3 menit mampu menghemat 6,72% uji berjalan, dan sebesar 8,86% pada uji stasioner rpm 2500. Semakin besar daya aktivasi maka konsumsi bahan bakar dan akselerasi semakin baik. Pada pengujian jalan daya 80% mampu menghemat bahan bakar pada jumlah pelet 100% sebesar 10,03%. Kerapatan pelet mampu mempengaruhi prestasi mesin kendaraan. Kerapatan pelet 100% paling tinggi menghemat bahan bakar pada uji berjalan yaitu sebesar 10,03%. Sementara itu, kerapatan pelet 75% mampu menghemat 11,88% pada uji stasioner 2500 rpm. Kerapatan pelet 50% mampu meningkatkan akselerasi sebesar 6,16%. Penurunan kadar HC terbaik yaitu pada 1500 rpm yaitu sebesar 8,33 ppm (lebih kecil 13,37%). Sementara itu, penurunan kadar CO terbaik terjadi pada 2500 rpm sebesar 0,02% (lebih kecil 5,39%), serta kenaikan kadar CO2 pada 1500 rpm sebesar 0,08% (lebih besar 5,07%). Kata kunci: Zeolit, teraktivasi fisik menggunakan microwave, prestasi mesin sepeda motor.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi
600 Teknologi > 620 Teknik & Rekayasa
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Teknik Mesin
Depositing User: 2018086519 . Digilib
Date Deposited: 23 Oct 2019 07:25
Last Modified: 23 Oct 2019 07:25
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/59558

Actions (login required)

View Item View Item