PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP KEPADATAN TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays. L) DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU UNIVERSITAS LAMPUNG MUSIM TANAM KELIMA

DISKA , 1614121008 (2023) PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP KEPADATAN TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays. L) DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU UNIVERSITAS LAMPUNG MUSIM TANAM KELIMA. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (2799Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2399Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3235Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu serealia yang strategis dan bernilai ekonomi serta mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras juga sebagai sumber pakan. Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. Untuk meningkatkan produktivitas perlu teknik budidaya yang tinggi, salah satu yang ada di dalam budidaya adalah dengan pengolahan tanah. Selain sistem olah tanah, upaya untuk meningkatkan produksi tanaman budidaya adalah pemupukan.. Pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produksi tanaman melalui penurunan tingkat kepadatan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh olah tanah dan pemupukan terhadap kepadatan tanah dan produksi tanaman jagung serta mengetahui interaksi antara dua perlakuan yang diberikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember sampai dengan Maret 2020 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertnian, Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Masing-masing petak lahan yang berukuran 2,5m x 2,5m diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor pelakuan sistem olah tanah (T), yang terdiri dari pengolahan tanah minimum (T0) dan pengolahan tanah intensif (T1). Faktor kedua yaitu pemupukan(P), yang terdiri dari tanpa pemupukan (P0) dan pemupukan (P1). Pengaruh perlakuan olah tanah terhadap kepadatan tanah tidak berbeda nyata pada kedalaman 0-5 cm, 5-10 cm, 10-15 cm dan 15-20 cm pada pengamatan sebelum olah tanah. Pada pengamatan setelah panen, perlakuan olah tanah berpengaruh nyata pada kedalaman 0-5 cm namun pada kedalaman 5-10 cm, 10-15 cm dan 15-20 cm tidak berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perlakuan olah tanah minimum lebih tinggi dibandingkan olah tanah intensif pada semua kedalaman baik di sebelum olah tanah maupun setelah panen. Sementara itu, pengaruh perlakuan olah tanah terhadap produksi tanaman jagung tidak berbeda nyata. Pengaruh perlakuan pemupukan terhadap kepadatan tanah menunjukkan pengaruh nyata pada kedalaman 0-5 cm dan 5-10 cm dan tidak berbeda nyata pada kedalaman 10-15 cm dan 15-20 cm pada pengamatan sebelum olah tanah. Pada pengamatan setelah panen, pemupukan menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata di semua kedalaman. Sedangkan pengaruh perlakuan pemupukan terhadap produksi tanaman jagung berpengaruh nyata.. Tidak terdapat interaksi antara olah tanah dan pemupukan terhadap kepadatan tanah dan produksi tanaman jagung. Kata kunci: jagung, kepadatan tanah, olah tanah, pupuk.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Agroteknologi
Pengguna Deposit: 2301723715 . Digilib
Date Deposited: 14 Apr 2023 06:45
Terakhir diubah: 14 Apr 2023 06:45
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/70863

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir