FREKUENSI, DOSIS APLIKASI, TINGKAT KERUSAKAN, DAN KADAR RESIDU INSEKTISIDA GOLONGAN PIRETROID PADA TANAMAN CABAI MERAH DAN KACANG PANJANG DI KECAMATAN ADILUWIH, KABUPATEN PRINGSEWU

Ria , Fitriyani (2023) FREKUENSI, DOSIS APLIKASI, TINGKAT KERUSAKAN, DAN KADAR RESIDU INSEKTISIDA GOLONGAN PIRETROID PADA TANAMAN CABAI MERAH DAN KACANG PANJANG DI KECAMATAN ADILUWIH, KABUPATEN PRINGSEWU. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (734Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (641Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penggunaan pestisida kimiawi yang tidak sesuai anjuran dapat menyebabkan tertinggalnya residu pestisida di lingkungan. Dosis insektisida yang melebihi anjuran banyak dilakukan oleh petani hortikultura, termasuk cabai merah dan kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang dosis, frekuensi dan bahan aktif insektisida yang digunakan; menghitung tingkat kerusakan tanaman; dan menganalisa kadar residu insektisida piretroid pada cabai merah dan kacang panjang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu dengan metode survei ke 7 petani cabai merah dan 5 petani kacang panjang. Sedangkan penelitian analisa kadar residu insektisida dilakukan menggunakan alat HPLC di Laboratorim Pengujian Mutu Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2022 hingga Februari 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa petani mengaplikasikan insektisida tidak sesuai dengan dosis anjuran pada kemasan. Frekuensi aplikasi insektisida yang diaplikasikan oleh petani cabai merah berkisar 11 sampai 21 kali/musim tanam, sedangkan frekuensi aplikasi petani kacang panjang berkisar antara 7 sampai 8 kali/musim tanam. Bahan aktif insektisida yang digunakan petani berasal dari golongan Neonikotinoid, Karbamat, Avermektin, Benzoilurea, dan Piretroid. Berdasarkan survei yang dilakukan di lahan petani, didapatkan hasil bahwa kerusakan tanaman cabai merah dan kacang panjang termasuk ke dalam kategori ringan dengan persentase kerusakan sebesar 22,5% dan 23%. Hasil uji analisa residu pada sampel kacang panjang lahan 2 menunjukkan bahwa sampel mengandung residu sipermetrin sebanyak 0,1025 mg/kg. Kata kunci : Insektisida, Residu, Piretorid, Cabai merah, Kacang panjang.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 580 Tumbuh-tumbuhan, tanaman, botani, flora
600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi S1-Proteksi Tanaman
Pengguna Deposit: 2301073441 . Digilib
Date Deposited: 15 Aug 2023 07:51
Terakhir diubah: 15 Aug 2023 07:51
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/74745

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir