PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA KLON UBIKAYU GENJAH PADA TANAH ULTISOL YANG DIBERI CACAHAN BATANG SINGKONG DI LAHAN RISET PT GGP LAMPUNG TENGAH

INDRI, YANTO (2024) PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA KLON UBIKAYU GENJAH PADA TANAH ULTISOL YANG DIBERI CACAHAN BATANG SINGKONG DI LAHAN RISET PT GGP LAMPUNG TENGAH. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1628Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1524Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Ubikayu merupakan tanaman yang menduduki peringkat ketiga sebagai sumber bahan pangan di Indonesia. Selain itu, ubikayu juga dibutuhkan dalam industri seperti pembuatan tepung tapioka. Pada tahun 2021 produksi ubikayu di Lampung berkisar 20-25 t/ha, jumlah ini masih dibawah potensi dari ubikayu unggul yang mencapai 35-40 t/ha. Pertumbuhan dan produksi ubikayu bergantung pada varietas serta lahan tempat budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan produksi dari beberapa klon ubikayu genjah yang diujikan yaitu Vamas-1, Vati-1, dan UTK pada tanah Ultisol di lahan riset PT GGP. Penelitian ini dilaksanakan di lahan divisi riset PT GGP, Lampung Tengah, Lampung. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus 2022 sampai Februari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu klon. Terdapat 3 klon yang digunakan yaitu Vamas-1, Vati-1, dan UTK. Percobaan pada setiap klon diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangannya terdapat 36 tanaman, namun untuk sampel dipilih 5 tanaman dari setiap ulangan, sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis kemudian dibandingkan dengan data klon UJ5 berdasarkan Standar Deviasinya untuk mengetauhi sifat genjah dari ketiga klon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan klon tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi. Jumlah ubi segar pada 24 minggu setelah tanam (MST) secara kuantitas klon Vamas-1, Vati-1, UTK, dan UJ5 berturut-turut adalah 7,3; 6,6; 6,3; dan 7,3 buah/tanaman dengan bobot ubi segarnya adalah 2316,7; 2183,3; 2150,0; dan 1433,3 g/tanaman. Kadar pati klon Vamas-1, Vati-1, UTK, dan UJ5 berturut-turut adalah 26,2%; 25,2%; 25,8%; dan 23,2%. Kata kunci: genjah, Manihot esculenta, UTK, Vamas-1, Vati-1

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum > 001 Ilmu pengetahuan
600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Agroteknologi
Pengguna Deposit: 2308232818 . Digilib
Date Deposited: 14 Mar 2024 02:58
Terakhir diubah: 14 Mar 2024 02:58
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/79657

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir