PATRIARKI DAN PATRILINEAL: ETNOGRAFI PEREMPUANPEREMPUAN SAI BATIN DALAM MASYARAKAT ADAT MARGA TELUKBETUNG DI PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG

SYIFAA SABIANOVA ADDINA , TURKI (2025) PATRIARKI DAN PATRILINEAL: ETNOGRAFI PEREMPUANPEREMPUAN SAI BATIN DALAM MASYARAKAT ADAT MARGA TELUKBETUNG DI PERKOTAAN BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (188Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2906Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2682Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini mengkaji tentang perempuan-perempuan di salah satu keadatan Lampung Pesisir Sai Batin yang berdiri di perkotaan Bandar Lampung. Keadatan tersebut ialah keadatan Penyimbang Tuha Bandakh Balak, Marga Teluk Betung, suatu keadatan yang menganut sistem patriarki dan kekerabatan patrilineal di Kelurahan Negeri Olok Gading. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dengan para informan dari keadatan, dan mengumpulkan dokumentasi di lapangan. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perempuan adat Penyimbang Tuha memaknai diri mereka sebagai pendamping, penjaga nilai adat dan pewaris tradisi serta kebudayaan. Mereka terlibat dalam berbagai prosesi adat seperti deduaian, nyecah uwai, dan buka khangok, serta terlibat dalam musyawarah adat walaupun bukan sebagai pembuat keputusan. Selanjutnya, perempuan juga beradaptasi pada arus modernisasi dengan bersikap terbuka terhadap perubahan tanpa mengesampingkan nilai keadatan. Melalui perspektif teori patriarki dari Walby, temuan penelitian dapat diidentifikasi dalam 2 struktur patriarki yang mencakup household production dan cultural institution. 2 tipe patriarki (privat-publik) juga menjelaskan bentuk perubahan yang terjadi pada sistem patriarki dalam keadatan. Kata Kunci: Perempuan Pesisir Sai Batin, keadatan Penyimbang Tuha Bandakh Balak, patriarki, patrilineal This study examines women in one of the Sai Batin coastal Lampung traditional communities located in the city of Bandar Lampung. The community is the Penyimbang Tuha Bandakh Balak, Marga Teluk Betung, a community that adheres to a patriarchal system and patrilineal kinship in the Negeri Olok Gading sub-district. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews with informants from the community, and collecting documentation in the field. The results of the study show that the women of the Penyimbang Tuha community see themselves as companions, guardians of traditional values, and inheritors of tradition and culture. They are involved in various traditional ceremonies such as deduaian, nyecah uwai, and buka khangok, as well as participating in traditional deliberations, although not as decision makers. Furthermore, women also adapt to the tide of modernization by being open to change without neglecting traditional values. Through Walby's patriarchal theory perspective, the research findings can be identified in two patriarchal structures, which include household production and cultural institutions. Two types of patriarchy (private-public) also explain the changes that have occurred in the patriarchal system in traditional customs. Keywords: Sai Batin coastal women, Penyimbang Tuha Bandakh Balak traditional customs, patriarchy, patrilineal

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 301 Sosiologi dan antropologi
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Sosiologi
Pengguna Deposit: 2507517659 Digilib
Date Deposited: 19 Jan 2026 04:07
Terakhir diubah: 19 Jan 2026 04:07
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94787

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir