Antomi , Saregar (2026) MODEL PEMBELAJARAN MITIGASI KEBENCANAAN BERBASIS INQUIRY DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEBENCANAAN DAN SMART RISK-TAKING BEHAVIOR PADA MATA PELAJARAN FISIKA. [Disertasi]
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (148Kb) | Preview |
|
|
File PDF
DISERTASI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (69Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
DISERTASI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (4Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan integrasi literasikebencanaan dalam sistem pendidikan. Namun, pendekatan yang ada saat ini masih cenderung bersifat teoretis dan kurang mengakomodasi aplikasi praktis dalammitigasi bencana, terutama dalam pembelajaran fisika. Pengembangan modelpembelajaran disertai dengan media pembelajaran dan perangkat pembelajaran berbasis mitigasi bencana perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan model pembelajaran PINTAR-Bencanaberbasis inquiry Pedaste untuk meningkatkan literasi kebencanaan dan smart risktaking behavior (SRTB) siswa SMA pada pelajaran fisika. Penelitian inimenggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) Borg and Gall, yang melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu studi pendahuluan, pengembangan model, validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Validasi dilakukan oleh para ahli untuk menguji kelayakan model, sementara quasi-experimentaldesign digunakan untuk menguji efektivitasnya. Analisis data menggunakan TwoWay ANOVA untuk melihat pengaruh model pembelajaran dan gender terhadap literasi kebencanaan serta SRTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modelPINTAR-Bencana memiliki validitas, kepraktisan, dan efektivitas yang tinggi. Hasil Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap literasi kebencanaan (F = 34.00, Sig. = 0.00) dan SRTB (F = 5.93, Sig. = 0.01). Gender memiliki pengaruh signifikan terhadap literasikebencanaan (F = 12.71, Sig. = 0.00), di mana siswa perempuan menunjukkan kesadaran mitigasi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Namun, gender tidak berpengaruh langsung terhadap SRTB (F = 0.35, Sig. = 0.55), meskipun interaksiantara gender dan model pembelajaran menunjukkan pengaruh yang signifikan (F = 4.80, Sig. = 0.03). Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis inkuiri pedaste dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan pengambilan keputusan siswa dalam menghadapibencana. Model pembelajaran PINTAR-Bencana dapat dijadikan rujukan dalampengembangan perangkat ajar ataupun sebagai dasar perumusan program sekolah aman bencana di wilayah rawan bencana dengan karakteristik serupa. Kata Kunci: Inquiry; Literasi Kebencanaan; Model Pembelajaran; dan SRTB
| Jenis Karya Akhir: | Disertasi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Program S3 Studi Doktor Pendidikan |
| Pengguna Deposit: | 2507483647 Digilib |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:13 |
| Terakhir diubah: | 22 Jan 2026 02:13 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94835 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
