OPTIMASI KEAUSAN PAHAT BOR HSS MELALUI EMISI AKUSTIK PADA PENGEBORAN KERING SS316L MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI GREY RELATIONAL ANALYSIS

DIAN, RIZKI FAUZI (2026) OPTIMASI KEAUSAN PAHAT BOR HSS MELALUI EMISI AKUSTIK PADA PENGEBORAN KERING SS316L MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI GREY RELATIONAL ANALYSIS. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (223Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2767Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Proses pengeboran merupakan tahapan untuk membentuk lubang berbentuk silinder dengan menggunakan mata bor. Pemilihan dan pengaturan parameter pemotongan yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil geometri komponen menjadi tidak presisi serta mempercepat keausan pada mata bor. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi parameter pengeboran yang paling optimal untuk meminimalkan dua variabel respon utama, yaitu jumlah lubang dan nilai frekuensi. Eksperimen dilakukan pada material Stainless Steel 316L dengan batas keausan pahat (VB) sebesar 0,2 mm. Rancangan percobaan menggunakan matriks ortogonal L9, dengan variabel bebas berupa diameter pahat, kecepatan spindel, kecepatan pemakanan (feeding), dan sudut ujung pahat, masing-masing terdiri dari tiga level, serta dilakukan dua kali replikasi. Analisis Grey Relational Analysis (GRA) digunakan untuk mengoptimalkan karakteristik multirespon, dimana jumlah lubang yang lebih banyak dianggap lebih baik, sementara nilai frekuensi yang lebih rendah dianggap lebih unggul. Variasi parameter meliputi diameter pahat 4 mm, 6 mm, dan 8 mm; kecepatan spindle 398 rpm, 530 rpm, dan 795 rpm; kecepatan pemakanan 30 mm/menit, 38 mm/menit, dan 46 mm/menit; serta sudut ujung pahat 90°, 118°, dan 135°. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi terbaik diperoleh pada penggunaan pahat berdiameter 4 mm, kecepatan spindle 530 rpm, kecepatan pemakanan 38 mm/menit, dan sudut ujung pahat 118°. Uji konfirmasi menunjukkan bahwa kombinasi ini menghasilkan jumlah lubang sebanyak 90 lubang dengan nilai frekuensi 0,03648 MHz. Dari hasil penelitian, sudut ujung pahat teridentifikasi sebagai faktor yang paling dominan dengan kontribusi sebesar 47,79% terhadap hasil multirespon. Kata kunci : Pahat bor HSS, SS316L, Emisi Akustik, Taguchi – Grey Relational Analysis

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S2-Magister Teknik Mesin
Pengguna Deposit: 2507679389 Digilib
Date Deposited: 26 Jan 2026 08:39
Terakhir diubah: 26 Jan 2026 08:39
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94945

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir