Daffa Anendra, Putra (2026) PERBANDINGAN PENINGKATAN KADAR KALIUM DARAH ANTARA TERAPI OBAT GOLONGAN ANGIOTENSIN-CONVERTING ENZYME INHIBITOR DAN ANGIOTENSIN-RECEPTOR BLOCKER PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (207Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1652Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1574Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik ditandai dengan penurunan kemampuan ginjal dalam menjalankan fungsinya yang berlangsung minimal tiga bulan. Prevalensi nasional PGK adalah 0,18%. Meskipun masih terbilang rendah, PGK tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan karena bersifat progresif dan sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal. Provinsi Lampung memiliki prevalensi PGK tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 0,30%. ACE-I atau ARB digunakan untuk memperlambat perkembangan PGK, tetapi penggunaannya sering memiliki efek samping hiperkalemia yang mengharuskan penghentian terapi. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif yang dilaksanakan pada bulan November-Desember tahun 2025. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa data sekunder, yaitu data rekam medis pasien PGK yang diperoleh dari instalasi rekam medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 pasien yang sesuai dengan ketentuan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji independent t-test. Hasil: Mean peningkatan kadar kalium darah pada pasien yang mendapatkan terapi ACE-I adalah -0.262 mmol/L dengan standar deviasi 0,6490 mmol/L, sedangkan pada pasien yang mendapatkan terapi ARB adalah 0,188 mmol/L dengan standar deviasi 0,6392 mmol/L. Peningkatan kadar kalium darah setelah terapi ARB lebih tinggi secara signifikan dibandingkan setelah terapi ACE-I (p = 0.035). Kesimpulan: Terapi ARB menyebabkan peningkatan kadar kalium darah yang lebih tinggi dibandingkan terapi ACE-I pada pasien penyakit ginjal kronik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2024. Kata Kunci: ACE-I, ARB, kadar kalium darah, penyakit ginjal kronik
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507621306 Digilib |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 03:44 |
| Terakhir diubah: | 03 Feb 2026 03:44 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95500 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
