AMALIA , RAHMADANI (2026) FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN WAY PENGUBUAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (141Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1568Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (968Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Tingginya angka putus sekolah di Kecamatan Way Pengubuan mencapai 282 siswa pada tahun ajaran 2023/2024, khususnya pada jenjang SMA. Masalah utama penelitian ini adalah kerentanan remaja pada fase transisi sekolah yang dipicu oleh hambatan geografis dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab putus sekolah tersebut dengan fokus pada aspek aksesibilitas wilayah dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Sampel penelitian mencakup 54 responden anak putus sekolah tingkat SMA di wilayah terkait. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian diolah menggunakan teknik statistik deskriptif persentase untuk memberikan gambaran sistematis mengenai variabel yang diteliti. Hasilnya menunjukkan interaksi dua faktor utama yang terjadi secara kombinasi (multi-dimensional). Pertama, faktor aksesibilitas yang berfungsi sebagai "beban harian"; bukan karena jalan buruk, melainkan karena kegagalan layanan (76% tidak ada transportasi publik) dan kegagalan spasial (40% tidak ada SMA lokal). Hal ini memaksa timbulnya biaya tinggi (87% > Rp5.000) dan waktu tempuh lama (85% > 30 menit), yang menyebabkan keterlambatan kronis (82%). Kedua, faktor sosial ekonomi sebagai "fondasi rapuh", ditandai kemiskinan struktural (93% pendapatan < Rp2.000.000) dan rendahnya pendidikan orang tua (69% ≤ SMP). Interaksi ini diperparah oleh kegagalan sistem pendukung: 74% tidak mendapat bantuan sosial stabil, dukungan keluarga bersifat pasif, dan komunitas bersikap apatis. Dalam kondisi vakum ini, perkawinan usia anak (dialami 57% responden) dan lingkungan pergaulan negatif (61%) menjadi jalan keluar utama. Putus sekolah disimpulkan sebagai hasil tak terhindarkan dari akumulasi yang multi-dimensional. Kata Kunci: Faktor aksesibilitas pendidikan, faktor sosial ekonomi, putus sekolah. The high dropout rate in Way Pengubuan District reached 282 students in the 2023/2024 academic year, particularly at the senior high school level. The primary problem of this study is the vulnerability of adolescents during the school transition phase, triggered by geographical and economic barriers. This study aims to analyze the factors causing these dropouts, focusing on regional accessibility and the socio-economic conditions of families. The method used is descriptive quantitative with an ex post facto approach. The research sample includes 54 respondents of senior high school-level dropouts in the designated area. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, then processed using descriptive percentage statistical techniques to provide a systematic overview of the variables studied. The results indicate an interaction of two main factors occurring in combination (multi-dimensional). First, accessibility factors serve as a "daily burden"; not due to poor infrastructure, but because of service failure (76% lack public transport) and spatial failure (40% lack local high schools). This results in high costs (87% > IDR 5,000) and long travel times (85% > 30 minutes), causing chronic tardiness (82%). Second, socioeconomic factors act as a "fragile foundation," characterized by structural poverty (93% income < IDR 2,000,000) and low parental education (69% ≤ Junior High School). This interaction is exacerbated by failing support systems: 74% lack stable social assistance, while family and community support remain passive or apathetic. In this vacuum, child marriage (57%) and negative social environments (61%) become the primary alternatives. Dropping out is concluded to be an inevitable result of multi-dimensional accumulation. Keywords: School dropout, Educational accessibility factors, Socio-economic factors
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 507 Pendidikan, penelitian, topik terkait ilmu pengetahuan alam |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Geografi IPS |
| Pengguna Deposit: | 2602791725 Digilib |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 03:45 |
| Terakhir diubah: | 31 Mar 2026 03:45 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97869 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
