PEMANFAATAN RUANG BERBASIS MITIGASI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN CANDIPURO, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

TRI , DESMAYANTI PUTRI (2026) PEMANFAATAN RUANG BERBASIS MITIGASI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN CANDIPURO, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (11Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (11Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Indonesia memiliki kondisi topografi yang beragam dan beriklim tropis dengan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga rentan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu wilayah dengan risiko banjir tinggi. Kecamatan Candipuro tercatat mengalami kejadian banjir hampir setiap tahun dalam lima tahun terakhir. Dampak banjir yang signifikan terhadap permukiman, lahan pertanian, infrastruktur, serta kerugian sosial-ekonomi menunjukkan perlunya penataan dan pemanfaatan ruang yang berbasis mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi luas wilayah rawan banjir, menganalisis simpangan penggunaan lahan terhadap rencana pola ruang, menilai tingkat kerentanan fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap bencana banjir, serta merumuskan arahan pemanfaatan ruang berbasis mitigasi bencana banjir di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan meliputi Analisis Multi Attribute Utility Theory (MAUT) untuk pemetaan kerawanan banjir, analisis overlay menggunakan ArcGIS untuk identifikasi simpangan penggunaan lahan, analisis kerentanan berdasarkan Perka BNPB Nomor 2 Tahun 2012, serta perumusan arahan pemanfaatan ruang melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah rawan banjir di Kecamatan Candipuro didominasi oleh kategori sangat rawan seluas 5.669 ha (46,2%). Terdapat simpangan penggunaan lahan sebesar 1.277,71 ha (10,41%) dari total luas wilayah, yang berpotensi meningkatkan risiko banjir. Tingkat kerentanan bencana banjir secara umum berada pada kelas sedang, dengan beberapa desa memiliki kerentanan tinggi. Arahan pemanfaatan ruang difokuskan pada mitigasi struktural berupa peningkatan kualitas tanggul dan normalisasi sungai, serta mitigasi non-struktural melalui pengendalian tata ruang, peningkatan kapasitas masyarakat, sistem peringatan dini, dan konservasi daerah aliran sungai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan tata ruang berbasis mitigasi bencana banjir guna mengurangi potensi kerugian di Kecamatan Candipuro. Kata kunci: Banjir, Mitigasi Bencana, Pemanfaatan Ruang, Kerentanan Bencana, Kecamatan Candipuro. Indonesia has diverse topography and tropical climate with high rainfall intensity, as of it has high risk to hydrometeorological disasters, particularly floods. South Lampung Regency is one of the areas with a high flood risk. Candipuro District experienced annual flooding in the last five years. The significant impact of flooding are on settlements, agricultural land, infrastructure, and socio-economic losses highlights the need for disaster mitigation-based spatial planning and utilization. This study aims to identify the extent of flood-prone areas, analyze land use deviations against spatial plans, assess the physical, social, economic, and environmental vulnerability to flood disasters, and formulate flood disaster mitigation-based spatial utilization directives in Candipuro District, South Lampung Regency. The methods used include Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) analysis for flood vulnerability mapping, overlay analysis using ArcGIS for land use deviation identification, vulnerability analysis based on BNPB Regulation No. 2/2012 and spatial utilization directive formulation through interviews, observations and document review. The results show that the flood-prone area in Candipuro District is dominated by very vulnerable category, covering 5,669 ha (46.2%). There is a land use deviation of 1,277.71 ha (10.41%) from the total area, which potentially increases flood risk. The flood disaster vulnerability level is generally moderate, with some villages having high vulnerability. Spatial utilization directives focus on structural mitigation through levee quality improvement and river normalization, as well as non-structural mitigation through spatial planning control, community capacity building, early warning systems, and watershed conservation. This research is expected to serve as a basis for flood disaster mitigation-based spatial planning to reduce potential losses in Candipuro District. Keywords: Flood, Disaster Mitigation, Spatial Utilization, Disaster Vulnerability, Candipuro District.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S2 Magister Perencanaan Wilayah dan Kota
Pengguna Deposit: 2602773660 Digilib
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:29
Terakhir diubah: 28 Apr 2026 07:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98764

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir