QINANTI, AYU PARIHA (2026) DINAMIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA MAHASISWA PERANTAU PEREMPUAN DENGAN ORANG TUA DI UNIVERSITAS LAMPUNG (Studi Fenomenologi Tentang Hubungan Emosional Akibat Jarak Geografis). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (83Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1927Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1645Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap individu. Melalui komunikasi, seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain serta memberikan pengaruh baik secara langsung maupun melalui media lainnya. Dalam kajian ilmu komunikasi, terdapat beberapa jenis hubungan antar manusia, salah satunya komunikasi interpersonal yang turut berperan dalam menjaga interaksi sosial, termasuk antara anak dan orang tua. Namun faktanya, terdapat hambatan dalam penciptaan komunikasi ini termasuk hambatan psikologis dan jarak geografis meskipun telah dijembatani teknologi digital. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi interpersonal antara mahasiswa perantau Universitas Lampung dan orang tua, mengkaji perubahan kedekatan emosional mahasiswa perantau dengan orang tua akibat jarak geografis serta mengeksplorasi makna hubungan emosional mahasiswa perantau selama hidup jauh dari rumah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan fenomenologi interpretatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui wawancara terhadap 4 mahasiswa perantau, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan signifikan pada dinamika komunikasi antara mahasiswa perantau dan orangtua setelah adanya jarak geografis. Hal ini turut menyebabkan penurunan kedekatan emosional keduanya. Komunikasi digital tidak mampu mengakomodasi kehadiran emosional nyata orang tua kepada anaknya sehingga terbentuk kerenggangan. Hubungan emosional sendiri dimaknai sebagai berkurangnya kualitas komunikasi yang dipicu oleh akumulasi keterbatasan faktor kebutuhan psikologis anak yang tidak dapat dipenuhi orang tua. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Hubungan Emosional, Mahasiswa Perantau, Social Presence Theory.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Komunikasi |
| Pengguna Deposit: | 2602648180 Digilib |
| Date Deposited: | 05 May 2026 01:55 |
| Terakhir diubah: | 05 May 2026 01:55 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99010 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
