MAKNA SOSIAL DAN DINAMIKA BUDAYA UPACARA ADAT NGURUK DIWAY PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN KECAMATAN SUNGKAI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA

ERNI, YANTI (2026) MAKNA SOSIAL DAN DINAMIKA BUDAYA UPACARA ADAT NGURUK DIWAY PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN KECAMATAN SUNGKAI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (222Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2266Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3 Skripsi Tanpa Bab IV.pdf

Download (2268Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial dan dinamika budaya dalam pelaksanaan upacara adat Nguruk Diway pada masyarakat adat Lampung Pepadun di Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan tokoh adat, masyarakat, serta generasi muda sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sosial dalam upacara adat Nguruk Diway tercermin dalam beberapa aspek utama, yaitu: (1) penguatan solidaritas sosial melalui praktik gotong royong dan keterlibatan kolektif masyarakat; (2) legitimasi status sosial melalui pemberian gelar adat (adok) sebagai bentuk pengakuan dalam struktur adat; (3) penghormatan terhadap garis keturunan dan leluhur yang diwujudkan melalui simbol dan prosesi adat; serta (4) musyawarah sebagai sarana pengambilan keputusan bersama yang mencerminkan nilai kebersamaan. Dinamika budaya dalam pelaksanaan Nguruk Diway ditunjukkan melalui adanya penyesuaian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan nilai inti tradisi. Bentuk dinamika tersebut meliputi penyederhanaan pelaksanaan upacara sesuai kemampuan ekonomi, meningkatnya keterlibatan generasi muda, serta adanya pengaruh modernisasi dalam bentuk penggunaan teknologi untuk dokumentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa upacara Nguruk Diway tidak hanya berfungsi sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai mekanisme integrasi sosial, pelestarian budaya, dan adaptasi masyarakat adat dalam menghadapi perubahan zaman. Kata Kunci: Makna sosial, Dinamika budaya, Masyarakat adat, Lampung Pepadun, Nguruk Diwa

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
300 Ilmu sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
900 Sejarah dan Geografi
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN)
Pengguna Deposit: 2605972278 Digilib
Date Deposited: 10 Jun 2026 07:26
Terakhir diubah: 10 Jun 2026 07:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100121

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir