Ervina, Widia Ningsih (2026) PENGARUH ROOTONE-F DAN KOMBINASI naphthaleneacetic acid (NAA)+indole-3-butyric acid (IBA) TERHADAP PENGAKARAN DAN KEBERHASILAN CANGKOK TANAMAN JAMBU BIJI MERAH Psidium guajava (L.). FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (216kB) | Preview |
|
|
Text
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Salah satu cara untuk mendapatkan bibit yang true-to-type yaitu dengan cara perbanyakan cangkok. Permasalahan pada perbanyakan cangkok jambu biji merah yaitu pengakaran cangkok memerlukan waktu yang relatif lama dengan keberhasilan yang bervariasi. ZPT auksin yaitu NAA, IBA atau yang terkandung dalam produk perangsang akar siap pakai seperti Rootone-F dapat meningkatkan pengakaran cangkok berbagai tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rootone-Fdan kombinasi NAA+IBA terhadap pengakaran dan keberhasilan cangkok jambu biji merah serta mengetahui konsentrasi kombinasi NAA+IBA terbaik. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan 5 perlakuan yaitu kontrol, Rootone-F, NAA 1000 ppm+IBA 1000 ppm, NAA 2000 ppm+IBA 2000 ppm, dan NAA 4000 ppm+IBA 4000 ppm. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 cangkok sehingga terdapat 30 cangkok untuk semua perlakuan. Variabel pengamatan meliputi waktu pertama kali akar tampak menembus plastik media cangkok, persentase cangkok berakar, rata-rata jumlah akar primer, dan rata-rata panjang akar. Homogenitas data diuji dengan uji Barlett selanjutnya dilakukan analisis ragam. Pemisahan nilai tengah dilakukan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian NAA 2000 ppm+IBA 2000 ppm menghasilkan cangkok 100% berakar tercepat pada 12 minggu setelah cangkok dibandingkan dengan Rootone-F. Disamping itu perlakuan NAA 2000 ppm+IBA 2000 ppm menghasilkan rata-rata panjang akar primer terpanjang yaitu 3,26 cm dengan rata-rata jumlah akar yang cukup tinggi yaitu 8 helai Perlakuan NAA 1000 ppm+IBA 1000 ppm menghasilkan rata-rata jumlah akar primer terbanyak yaitu 14,33 helai dengan rata-rata panjang akar 2,31 cm. Kata kunci: auksin, cangkok, jambu biji merah, pengakaran
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 600 ?? |
| Divisions: | ?? agronomi ?? |
| Depositing User: | 2605208567 Digilib |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 07:47 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 07:47 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100201 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
