DESY , RAHMAWATI KHOTMAN (2026) KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA LEGENDA NAGA EMAS DANAU RANAU SISWA KELAS VII DILOM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP NEGERI 1 KOTAAGUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2025/2026. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (449Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2637Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2574Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menyimak cerita legenda Naga Emas Danau Ranau pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung. Kemampuan menyimak merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Lampung karena berperan dalam membantu siswa memahami isi cerita, khususnya cerita legenda. Namun, kemampuan siswa dalam memahami isi cerita legenda masih bervariasi dan belum merata, sehingga berpotensi memengaruhi pemahaman siswa terhadap isi dan pesan cerita. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat kemampuan menyimak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Instrumen tes disusun berdasarkan indikator kemampuan menyimak, yaitu memahami isi cerita, mengidentifikasi unsur cerita, dan mengurutkan alur cerita. Data dianalisis secara deskriptif melalui pengelompokan hasil jawaban siswa, kemudian didukung dengan perhitungan skor dan persentase untuk memperjelas tingkat kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotaagung tergolong dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 80. Secara lebih rinci, kemampuan memahami isi cerita memperoleh persentase sebesar 62,82%, kemampuan mengidentifikasi unsur cerita sebesar 34,48%, dan kemampuan mengurutkan alur cerita sebesar 33,33% yang merupakan aspek dengan persentase terendah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum kemampuan menyimak siswa tergolong baik, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam mengurutkan alur cerita. Dengan demikian, kemampuan menyimak cerita legenda pada siswa secara umum berada pada kategori baik, namun tetap memerlukan peningkatan melalui pembelajaran yang lebih terarah dan kontekstual.u melalui pembelajaran yang lebih terarah dan kontekstual. Kata kunci: kemampuan menyimak, legenda, bahasa lampung
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 400 Bahasa |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S2 Magister Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Lampung |
| Pengguna Deposit: | 2605671055 Digilib |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 04:15 |
| Terakhir diubah: | 15 Jun 2026 04:15 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100404 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
