STRATEGI PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

DZULFIANA , MEITASUCI (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (364Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3589Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2518Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pengembangan kawasan minapolitan merupakan pengembangan wilayah berbasis sektor perikanan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan RTRW Lampung Selatan ditetapkan Kecamatan Ketapang sebagai kawasan minapolitan perikanan, tetapi pelaksaanya masih menghadapi beberapa kendala seperti akses permodalan yang masih terbatas, lemahnya kelembagaan pada nelayan, dan pengolahan hasil perikanan yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting, mengevaluasi tingkat keberlanjutan dan merumuskan strategi pengembangan berkelanjutan kawasan minapolitan di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara dengan menggunakan analisis Multidimension Scaling (MDS) dengan alat analisis menggunakan Rapfish untuk mengukur tingkat keberlanjutan berdasarkan lima dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan infrastruktur serta kelembagaan. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan yang berkelanjutan pada kawasan minapolitan di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, namun masih terkendala oleh keterbatasan akses permodalan, teknologi penangkapan, sarana prasarana, dan kelembagaan. Nilai indeks keberlanjutan menunjukkan bahwa dimensi ekologi (38,33), ekonomi (32,88), sosial (37,84), dan kelembagaan (37,30) termasuk pada kategori kurang berkelanjutan. Dimensi teknologi dan infrastruktur (52,13) termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Faktor sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan meliputi eksploitasi sumber daya ikan, tren hasil tangkapan, lokasi penangkapan, akses permodalan, teknologi penangkapan, dan kelompok nelayan. Strategi pengembangan diarahkan pada penguatan ekonomi dan kelembagaan pelaku usaha perikanan, pengembangan teknologi, infrastruktur dan pengolahan hasil perikanan serta pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan Kata kunci : Keberlanjutan, Minapolitan, Pengembangan Kawasan, Multidimensional Scaling (MDS), SWOT The development of a ‘minapolitan’ zone is a fisheries-based regional development initiative aimed at improving the welfare of coastal communities and supporting sustainable development. Under the South Lampung RTRW, Ketapang Sub-district has been designated as a fisheries minapolitan zone; however, its implementation continues to face several challenges, such as limited access to capital, weak institutional capacity among fishermen, and suboptimal processing of fishery products. This study aims to analyse the existing conditions, evaluate the level of sustainability, and formulate strategies for the sustainable development of the fisheries-based urban area in Ketapang Sub-district, South Lampung Regency The methods used in this study were observation and interviews, employing Multidimensional Scaling (MDS) analysis with the Rapfish tool to measure the level of sustainability based on five dimensions: ecology, economy, society, technology and infrastructure, and institutional capacity. SWOT analysis was used to formulate sustainable development strategies for the fisheries-based urban area in Ketapang Sub-district, South Lampung Regency. The research findings indicate that the region possesses significant fisheries resource potential, but is still hampered by limited access to capital, fishing technology, infrastructure and institutional support. The sustainability index values indicate that the ecological (38.33), economic (32.88), social (37.84), and institutional (37.30) dimensions fall into the ‘less sustainable’ category. The technology and infrastructure dimension (52.13) falls into the moderately sustainable category. Sensitive factors influencing sustainability include the exploitation of fish resources, catch trends, fishing locations, access to capital, fishing technology, and fishing communities. Development strategies are directed towards strengthening the economic and institutional capacity of fisheries businesses, developing technology, infrastructure and fisheries product processing, as well as the sustainable management of fisheries resources Keywords: Sustainability, Minapolitan, Sustainable Development, Multidimensional Scaling (MDS), SWOT Analysis.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Pascasarjana
FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Pascasarjana
Pengguna Deposit: 2605893876 Digilib
Date Deposited: 17 Jun 2026 01:48
Terakhir diubah: 17 Jun 2026 01:48
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100535

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir