PERBEDAAN TINGKAT KNOWLEDGE, ATTITUDE, DAN PRACTICE (KAP) EVIDENCE-BASED PRACTICE SERTA FAKTOR DETERMINANNYA PADA MAHASISWA FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

TISA , ZADYA RIO (2026) PERBEDAAN TINGKAT KNOWLEDGE, ATTITUDE, DAN PRACTICE (KAP) EVIDENCE-BASED PRACTICE SERTA FAKTOR DETERMINANNYA PADA MAHASISWA FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG. KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (4Mb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Background: Evidence-Based Practice (EBP) is a crucial approach in pharmaceutical practice to ensure the quality of healthcare through the integration of the best scientific evidence. The implementation of EBP during education is highly dependent on students' levels of knowledge, attitude, and practice. This study aims to analyze differences in EBP-related knowledge, attitudes, and practices (KAP) between two different academic cohorts, as well as to identify factors influencing the implementation of EBP among pharmacy students. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a stratified random sampling technique, involving 132 respondents from the 2022 and 2023 cohorts of the Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, University of Lampung. Data were collected using validated and reliable questionnaires. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square and Fisher’s Exact tests), and multivariate analysis using logistic regression. Results: The majority of respondents were categorized as having very good knowledge (97.0%), attitude (94.7%), and EBP practice (56.1%). There were no significant differences in knowledge (p=1.000) and practice (p=0.140) across academic years; however, a significant difference was observed in attitude (p=0.015). Multivariate analysis showed that attitude was the most dominant factor, with respondents who had a good attitude being 12.286 times more likely to have good EBP practice compared to those with a poorer attitude (OR=12.286; 95% CI: 1.38–108.72). Conclusions: There is a significant difference in attitude levels between academic years, but no differences were found in knowledge and practice levels. Attitude was identified as the dominant factor associated with EBP practice among pharmacy students. Keywords: attitude, evidence-based practice, knowledge, pharmacy students, practice Latar Belakang: Evidence-Based Practice (EBP) merupakan pendekatan krusial dalam praktik kefarmasian untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan melalui integrasi bukti ilmiah terbaik. Implementasi EBP sejak masa pendidikan sangat bergantung pada tingkat knowledge (pengetahuan), attitude (sikap), dan practice (praktik) mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat KAP EBP dua angkatan berbeda serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi praktik EBP pada mahasiswa farmasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2022 dan 2023 sebanyak 132 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji univariat, uji bivariat (Chi-Square dan Fisher’s Exact), serta uji multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Mayoritas responden berada pada kategori sangat baik untuk pengetahuan (97,0%), sikap (94,7%), dan praktik EBP (56,1%). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan (p=1,000) dan praktik (p=0,140) antar angkatan, namun terdapat perbedaan pada sikap (p=0,015). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap merupakan faktor paling dominan, di mana responden dengan sikap baik memiliki peluang 12,286 kali lebih besar untuk memiliki praktik EBP yang baik dibandingkan dengan responden yang memiliki sikap kurang (OR=12,286; 95% CI: 1,38–108,72). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat sikap antar angkatan, namun tidak ditemukan perbedaan pada tingkat pengetahuan dan praktik. Sikap ditemukan sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan praktik EBP pada mahasiswa farmasi. Kata Kunci: Evidence-Based Practice, mahasiswa farmasi, pengetahuan, praktik, sikap

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Prodi Farmasi
Pengguna Deposit: 2605903324 Digilib
Date Deposited: 17 Jun 2026 03:34
Terakhir diubah: 17 Jun 2026 03:34
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100592

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir