PUTRI , ISMA AGUSTIN (2026) KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA-PRANCIS DALAM MODERNISASI ALUTSISTA, 2021–2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK ISMA.pdf Download (207Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL ISMA.pdf Restricted to Hanya staf Download (2829Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB IV ISMA.pdf Download (3246Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Indonesia menghadapi urgensi modernisasi alat utama sistem senjata di tengah meningkatnya kompleksitas lingkungan keamanan kawasan Indo-Pasifik, sementara program Minimum Essential Force (MEF) baru mencapai 65% dari target dan kapasitas industri pertahanan domestik belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri. Kondisi ini mendorong Indonesia menjadikan kerja sama industri pertahanan sebagai instrumen kebijakan strategis, dengan Prancis dipilih sebagai mitra utama karena risiko sanksi CAATSA. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengajukan pertanyaan: "Bagaimana bentuk kerja sama industri pertahanan Indonesia-Prancis dalam modernisasi alutsista tahun 2021–2025?" Penelitian menggunakan konsep defence industry cooperation Bitzinger yang mencakup lima mekanisme, yaitu offset, transfer of technology, coproduction, licensed production, dan research and development. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur berbasis data sekunder. Hasil penelitian menunjukan kelima mekanisme tercantum dalam dokumen bilateral, namun tingkat implementasinya sangat timpang antarmatra, terutama pada matra udara di mana nilai kontrak Rafale yang besar tidak menghasilkan partisipasi industri nasional yang substansial. Kemudian, PT PAL dan PT Pindad berhasil memanfaatkan co-production dan licensed production yang aktual, sementara PTDI gagal mengonversi nilai kontrak Rafale menjadi partisipasi produksi nyata. Selanjutnya, kerja sama bersifat inkremental bukan transformatif, meski program Scorpene Evolved paling maju dengan mengintegrasikan kelima mekanisme, tetapi design authority seluruh platform tetap berada di tangan Prancis. Kata kunci: kerja sama industri pertahanan, modernisasi alutsista, Indonesia-Prancis
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 322 Hubungan negara dengan kelompok terorganisir dan anggotanya 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 324 Proses politik 300 Ilmu sosial > 350 Administrasi publik dan ilmu militer > 355 Ilmu militer |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2605521725 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 01:54 |
| Terakhir diubah: | 19 Jun 2026 01:54 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100867 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
