PENGELOLAAN MANGROVE KOTA KARANG DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG

IRFAN TRI , MUSRI (2026) PENGELOLAAN MANGROVE KOTA KARANG DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (105Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2973Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2232Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan wilayah pesisir. Namun, keberadaan mangrove di Kota Karang, Kota Bandar Lampung, menghadapi berbagai tekanan berupa alih fungsi lahan, pembangunan kawasan pesisir, pencemaran lingkungan, serta tumpang tindih kewenangan dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan peran serta masyarakat, mengkaji peran kelembagaan pemerintah, serta merumuskan strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan di Kota Karang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) serta analisis deskriptif terhadap aspek kelembagaan dan kebijakan pengelolaan mangrove. Data diperoleh melalui survei, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap keberadaan mangrove dan telah terlibat dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan, serta pengawasan mangrove, meskipun partisipasinya belum optimal akibat lemahnya kelembagaan masyarakat, rendahnya dukungan pemerintah, serta terbatasnya insentif ekonomi. Faktor sosial dan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan mangrove. Pengelolaan mangrove terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kondisi ekologi mangrove (t-statistik = 4,734; pvalue = 0,000), sedangkan kondisi ekologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan pengelolaan mangrove (t-statistik = 2,255; p-value = 0,024). Peran pemerintah pusat dan daerah telah didukung oleh berbagai regulasi, namun masih menghadapi kendala berupa tumpang tindih kewenangan, lemahnya koordinasi lintas sektor, dan keterbatasan sumber daya. Strategi pengelolaan yang direkomendasikan adalah penguatan kelembagaan kolaboratif, peningkatan partisipasi masyarakat, rehabilitasi mangrove berkelanjutan, pengembangan ekonomi berbasis konservasi, penguatan sistem pengawasan, serta sinkronisasi kebijakan antar pemangku kepentingan. Tata kelola kolaboratif (collaborative governance) menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberlanjutan ekosistem mangrove di Kota Karang. Kata kunci: mangrove, pengelolaan pesisir, kelembagaan, partisipasi masyarakat, SEM-PLS, keberlanjutan. Mangrove ecosystems provide essential ecological, social, and economic functions that support the sustainability of coastal areas. However, mangrove resources in Kota Karang, Bandar Lampung City, are facing increasing pressures from land conversion, coastal development, environmental pollution, and overlapping institutional authorities in their management. This study aimed to analyze community perceptions and participation, examine the role of government institutions, and formulate sustainable mangrove management strategies in Kota Karang. The research employed a quantitative and descriptive approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) and descriptive analysis to evaluate institutional and policy aspects of mangrove management. Data were collected through surveys, interviews, field observations, and document reviews. The results indicate that local communities have a positive perception of mangrove ecosystems and have participated in mangrove planting, maintenance, and monitoring activities. However, community participation remains suboptimal due to weak local institutions, limited government support, and inadequate economic incentives. Social and economic factors significantly influence mangrove management. Mangrove management was found to have a positive and significant effect on ecological conditions (t-statistic = 4.734; p-value = 0.000), while ecological conditions significantly affected the sustainability of mangrove management (t-statistic = 2.255; p-value = 0.024). Although both central and local governments possess a clear regulatory framework, implementation is constrained by overlapping authorities, weak inter-sectoral coordination, and limited resources. The recommended management strategy emphasizes strengthening collaborative institutions, enhancing community participation, implementing sustainable mangrove rehabilitation programs, developing conservation-based economic activities, improving monitoring systems, and synchronizing policies among stakeholders. Collaborative governance is identified as the key approach for achieving sustainable mangrove management in Kota Karang. Keywords: coastal management, community participation, institutional, mangrove, SEM-PLS, sustainability.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S2 Magister Ilmu Lingkungan
Pengguna Deposit: 2605849093 Digilib
Date Deposited: 19 Jun 2026 06:58
Terakhir diubah: 19 Jun 2026 06:58
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/100952

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir