ANALISIS EDINBURGH FESTIVAL FRINGE SEBAGAI AGENDA BUDAYA INTERNASIONAL DALAM MENDUKUNG CITY BRANDING EDINBURGH

MAYZA, VALENCIA (2026) ANALISIS EDINBURGH FESTIVAL FRINGE SEBAGAI AGENDA BUDAYA INTERNASIONAL DALAM MENDUKUNG CITY BRANDING EDINBURGH. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (246Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3015Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1885Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini menganalisis peran Edinburgh Festival Fringe sebagai agenda budaya internasional dalam mendukung city branding Edinburgh. Sebagai salah satu festival seni pertunjukan terbesar di dunia, Fringe mempertemukan seniman, audiens, media, dan pelbagai aktor budaya dari beragam negara sekaligus mendukung visibilitas dan citra Edinburgh sebagai The World’s Festival and Event City. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Analisis mengacu pada enam dimensi City Brand Hexagon oleh Simon Anholt, yaitu presence, place, people, pulse, potential, dan prerequisites. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer dihimpun melalui studi pustaka, observasi konten digital @edfringe, dan wawancara dengan International Engagement Coordinator dari Fringe Society. Selanjutnya, data sekunder diperoleh dari dokumen dan penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, serta Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa dari enam elemen City Brand Hexagon, dimensi presence paling menonjol karena berkaitan dengan pengakuan dan reputasi internasional Edinburgh. Dimensi pulse menambah dinamika budaya dan atmosfer festival, sedangkan place, people, potential, dan prerequisites berperan sebagai faktor pendukung. Di sisi lain, partisipasi aktor budaya dari pelbagai negara menunjukkan bagaimana Fringe memperluas keterhubungan internasional Edinburgh melalui aktivitas budaya. Dengan demikian, Fringe tidak hanya berfungsi sebagai festival seni internasional, tetapi juga sebagai isntrumen budaya yang mendukung city branding dan visibilitas global Edinburgh. Kata kunci: Edinburgh Festival Fringe, City Branding, City Brand Hexagon, dan City Diplomacy.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605808262 Digilib
Date Deposited: 19 Jun 2026 07:33
Terakhir diubah: 19 Jun 2026 07:33
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101093

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir