TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN, PREFERENSI, DAN POLA KONSUMSI REMAJA TERHADAP JAJANAN KOREA DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Deanadine Tristi , Sirait (2026) TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN, PREFERENSI, DAN POLA KONSUMSI REMAJA TERHADAP JAJANAN KOREA DI KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (199Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1414Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1234Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

This study aims to analyze the consumer decision-making process, preferences, consumption patterns, and the relationship between individual characteristics and the preferences and consumption patterns of adolescents regarding Korean snacks in Bandar Lampung. The study was conducted in Bandar Lampung, which was selected through purposive sampling because it is a center of economic activity and has a high level of global cultural adoption. Data collection was conducted in 2023 via a survey using an online questionnaire. The research method employed was a survey using a quantitative descriptive approach. The study population consisted of adolescents aged 15–21 years residing in Bandar Lampung City. The sample comprised 120 respondents, determined using the Lemeshow formula. The sampling technique employed non-probability sampling with a purposive sampling method based on specific criteria. Data were analyzed descriptively and quantitatively to describe decision-making processes, preferences, and consumption patterns, and were verified using the Kruskal-Wallis and Mann- Whitney tests to examine the relationship between individual characteristics and preferences and consumption patterns. The results of the study indicate that the primary motivation for consuming Korean snacks is the desire to try them, with the main source of information coming from entertainment media. Tteokbokki is the most preferred Korean snack, while odeng has the highest consumption rate. Consumption of Korean snacks is more commonly done individually and peaked during the 2020–2021 period. Gender significantly influences preferences and purchase frequency, while occupation influences consumption volume. Overall, gender and occupation are the most significant factors in distinguishing consumption behavior of Korean snacks among adolescents in Bandar Lampung City. Keywords: consumer, decisions, preferences, patterns, korean wave Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan konsumen, preferensi, pola konsumsi, serta hubungan karakteristik individu dengan preferensi dan pola konsumsi remaja terhadap jajanan Korea di Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan di Kota Bandar Lampung secara sengaja karena merupakan pusat aktivitas ekonomi. Pengumpulan data dilakukan pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan Google Form. Populasi penelitian adalah remaja berusia 15–21 tahun yang berdomisili di Kota Bandar Lampung. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan verifikatif untuk menggambarkan proses pengambilan keputusan, preferensi, dan pola konsumsi, serta diuji menggunakan uji Kruskal- Wallis dan Mann-Whitney untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dengan preferensi dan pola konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama konsumsi jajanan Korea adalah keinginan untuk mencoba, dengan sumber informasi utama berasal dari media hiburan. Tteokbokki merupakan jajanan Korea yang paling disukai, sedangkan odeng memiliki tingkat konsumsi tertinggi. Konsumsi jajanan Korea lebih banyak dilakukan secara individu dan mencapai puncaknya pada periode 2020–2021. Jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap preferensi dan frekuensi pembelian, sedangkan pekerjaan berpengaruh terhadap jumlah konsumsi. Secara keseluruhan, jenis kelamin dan pekerjaan merupakan faktor yang paling berperan dalam membedakan perilaku konsumsi jajanan Korea pada remaja di Kota Bandar Lampung. Kata kunci: konsumen, keputusan, preferensi, pola konsumsi, gelombang korea

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Agribisnis
Pengguna Deposit: 2605570212 Digilib
Date Deposited: 22 Jun 2026 08:12
Terakhir diubah: 22 Jun 2026 08:12
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101173

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir