SELEKSI EMPAT SPESIES FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS DxP SRIWIJAYA 3 DI PEMBIBITAN

Ferdi , Ardiansyah (2026) SELEKSI EMPAT SPESIES FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS DxP SRIWIJAYA 3 DI PEMBIBITAN. FAKULTAS PERTANIAN , UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF (anyone)
ABSTRAK.pdf

Download (158Kb) | Preview
[img] File PDF (Registered staff only)
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1592Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF (anyone)
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1285Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang membutuhkan bibit unggul untuk mendukung produktivitas tanaman. Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) berpotensi meningkatkan pertumbuhan bibit melalui peningkatan penyerapan air dan unsur hara, terutama fosfor. Penelitian ini bertujuan menentukan spesies FMA yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit varietas DxP Sriwijaya 3 di pembibitan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Produksi Tanaman Perkebunan dan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada September 2025–Maret 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor berupa spesies FMA, yaitu tanpa mikoriza (M0), Glomus clarum (M1), Glomus intraradices (M2), Acaulospora longula (M3), dan Acaulospora spinosa (M4), masing-masing diulang empat kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FMA berpengaruh nyata terhadap tingkat kehijauan daun, lingkar bonggol, luas daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, dan persentase kolonisasi akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, serta variabel perakaran. Spesies Acaulospora longula memberikan hasil terbaik pada luas daun (2210.25 cm²), bobot segar tajuk (122.99 g), bobot kering tajuk (32.82 g), dan persentase kolonisasi akar tertinggi sebesar 26.28%. Sementara itu, Glomus clarum menghasilkan tingkat kehijauan daun tertinggi. Secara keseluruhan, Acaulospora longula merupakan spesies FMA yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit varietas DxP Sriwijaya 3 dan berpotensi dikembangkan sebagai pupuk hayati untuk menghasilkan bibit yang lebih unggul dan berkualitas.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Agronomi
Pengguna Deposit: 2605987376 Digilib
Date Deposited: 23 Jun 2026 06:25
Terakhir diubah: 23 Jun 2026 06:25
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101356

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir