FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT LEMBAGA COMITÉ DE COOPÉRATION TRANSFRONTALIÈRE DALAM IMPLEMENTASI MANDAT BUDAYA DAN BAHASA PADA TRAKTAT BARCELONA 2023 DI KAWASAN PERBATASAN PRANCIS–SPANYOL

EKA, FERA NUR ANGGRAINI (2026) FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT LEMBAGA COMITÉ DE COOPÉRATION TRANSFRONTALIÈRE DALAM IMPLEMENTASI MANDAT BUDAYA DAN BAHASA PADA TRAKTAT BARCELONA 2023 DI KAWASAN PERBATASAN PRANCIS–SPANYOL. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (207Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SRKIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2683Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2202Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini mengkaji bagaimana Comité de Coopération Transfrontalière (CCT) mengimplementasikan mandat budaya dan bahasa yang tercantum dalam Perjanjian Persahabatan Barcelona 2023. Meskipun mandat tersebut telah ditetapkan dalam perjanjian, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan dalam pelaksanaan kerja sama lintas batas di kawasan perbatasan Prancis–Spanyol. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hambatanhambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui dokumen resmi, catatan kelembagaan, dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teori Cross-Border Governance (CBG) yang berfokus pada koordinasi lintas batas, kerja sama antaraktor, dan kapasitas kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi mandat budaya dan bahasa oleh CCT masih menghadapi hambatan pada aspek koordinasi lintas batas, kerja sama antaraktor, dan kapasitas kelembagaan. Hambatan tersebut meliputi ketidakseimbangan sistem tata kelola, perbedaan prosedur administratif, lemahnya koordinasi antarpemerintahan, serta keterbatasan kapasitas kelembagaan CCT. Selain itu, para pemangku kepentingan masih menghadapi kesulitan dalam menyelaraskan strategi dan pelaksanaan program budaya serta pendidikan di kawasan perbatasan. Dengan demikian, kompleksitas tata kelola lintas batas menjadi faktor utama yang menghambat implementasi mandat budaya dan bahasa dalam Traktat Barcelona 2023. Kata Kunci: Comité de Coopération Transfrontalière (CCT), Traktat Barcelona 2023, kerja sama lintas batas, budaya dan bahasa, Prancis–Spanyol.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605369008 Digilib
Date Deposited: 25 Jun 2026 02:38
Terakhir diubah: 25 Jun 2026 02:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101449

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir