EFIKASI EKSTRAK ETANOL AKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI TERHADAP JUMLAH KEMATIAN HAMA KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya)

SHELLA , ANGGRAINI (2026) EFIKASI EKSTRAK ETANOL AKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI TERHADAP JUMLAH KEMATIAN HAMA KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya). FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM , UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (290Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3358Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3128Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pepaya (Carica papaya) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering menurun akibat serangan kutu putih (Paracoccus marginatus). Pengendalian hama dengan insektisida sintetis berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman dengan menggunakan insektisika alami. Akar tuba (Derris elliptica) mengandung senyawa metabolit sekunder dan senyawa utamanya adalah rotenon, yang potensi sebagai insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia pada tumbuhan tuba, mengetahui perbedaan jumlah kematian kutu putih pada berbagai konsentrasi ekstrak akar tuba, mengetahui efektivitas konsentrasi ekstrak akar tuba terhadap kematian kutu putih, dan melihat gambaran morfologi kutu putih yang terpapar ekstrak akar tuba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi yaitu 1%, 2%, 3%, 4% dan kontrol serta empat ulangan. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol, steroid, dan terpenoid. Ekstrak akar tuba pada konsentrasi 3% menghasilkan jumlah kematian kutu putih (Paracoccus marginatus) paling banyak sebesar 80% dibandingkan dengan konsentrasi 1% dan 2%. Konsentrasi ekstrak akar tuba mampu menyebabkan kematian 50% kutu putih (LC 50 ) adalah konsentrasi 1,442% pada jam ke 48. Waktu yang diperlukan untuk mencapai kematian 50% kutu putih (LT₅₀) selama 33 jam pada konsentrasi 4%. Gambaran morfologi kutu putih setelah paparan ekstrak akar tuba ditunjukkan dengan perubahan tubuh menjadi transparan, rusaknya kaki dan antena, terjadinya pengerutan tubuh dan mengering sebelum kematian. Kata kunci: Insektisida alami, tumbuhan tuba, kutu putih, pepaya

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi
Pengguna Deposit: 2606256295 Digilib
Date Deposited: 03 Jul 2026 08:09
Terakhir diubah: 03 Jul 2026 08:09
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/101984

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir