FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU

DWI , RAHMAWATI (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (15kB) | Preview
[img] Text
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, yang dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2026, dengan pendekatan Health Belief Model (HBM). Penelitian menggunakan desain kuantitatif case-control dengan sampel 206 responden, terdiri dari 103 pasien patuh dan 103 pasien tidak patuh, yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala likert berdasarkan konstruk HBM, meliputi perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, self efficacy, dan cues to action, serta karakteristik sosiodemografi pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia, jenis kelamin, maupun lama menderita DM dengan kepatuhan pengobatan. Sebaliknya, semua konstruk HBM terbukti berpengaruh signifikan dengan kepatuhan, yaitu perceived susceptibility (p=<0,001), perceived severity (p=0,002), perceived benefit (p=<0,001), perceived barrier (p=0,012), self efficacy (p=0,005), dan cues to action (p=<0,001). Faktor paling dominan adalah cues to action dengan p=<0,001 dan OR=3,771, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan dorongan atau isyarat untuk bertindak meningkatkan kemungkinan kepatuhan pasien DM lebih dari dua kali lipat dibandingkan pasien dengan cues to action rendah. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan edukasi, konseling, dan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan maupun keluarga untuk mendorong kepatuhan pengobatan. Penerapan program berbasis HBM di layanan primer diharapkan membantu pasien mengontrol kadar gula darah secara lebih efektif dan mencegah komplikasi jangka panjang. Kata kunci: cues to action, diabetes melitus, Health Belief Model, kepatuhan pengobatan, pasien

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? 610 ??
Divisions: ?? mgs_keshtn_masyarakat ??
Depositing User: 2606822533 Digilib
Date Deposited: 06 Jul 2026 04:50
Last Modified: 06 Jul 2026 04:50
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102077

Actions (login required)

View Item View Item