IDENTIFIKASI RESISTENSI GULMA Fimbristylis miliacea, Ludwigia octavalvis DAN Monochoria vaginalis TERHADAP HERBISIDA 2,4-D DI LAHAN PADI SAWAH

DELLA, CATUR PURNAMASARI (2026) IDENTIFIKASI RESISTENSI GULMA Fimbristylis miliacea, Ludwigia octavalvis DAN Monochoria vaginalis TERHADAP HERBISIDA 2,4-D DI LAHAN PADI SAWAH. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (215kB) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Padi sebagai tanaman pangan utama Indonesia, memiliki banyak tantangan dalam budidayanya. Keberadaan gulma pada lahan dapat menurunkan produktivitas karena daya saing gulma untuk memperoleh unsur hara, air, CO2, cahaya matahari, dan ruang tumbuh. Pengendalian gulma di Trimurjo, Lampung Tengah umumnya menggunakan metode kimia dengan herbisida 2,4-D. Penggunaan 2,4-D yang berulang dalam jangka waktu yang lama berpotensi menyebabkan resistensi pada gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat resistensi gulma Fimbristylis miliacea, Ludwigia octavalvis, dan Monochoria vaginalis terhadap herbisida berbahan aktif 2,4-D di Lampung Tengah. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 4 ulangan Faktor pertama asal gulma telah terpapar dan tidak terpapar 2,4-D di lahan, faktor kedua tingkatan dosis 2,4-D taraf 0, 108,1, 216,2, 432,5, 865, 1.730, 3.460 dan 6.920 g/ha 2,4-D. Nilai Resistensi ditentukan berdasarkan nilai Lethal Time 50% (LT50), Effective Dose 50% (ED50) dan Nisbah Resistensi (NR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LT50 dan ED50 gulma terpapar 2,4-D lebih tinggi dibandingkan gulma tidak terpapar 2,4- D, yang menunjukkan respon keracunan lebih lambat dan menurunnya sensitivitas gulma terhadap 2,4-D. Nilai Resistensi (NR) gulma Fimbristylis miliacea, Ludwigia octavalvis, dan Monochoria vaginalis masing-masing sebesar 1,35; 1,62 dan 0,70 yang menunjukkan bahwa ketiga gulma masih sensitif terhadap 2,4-D. Namun demikian secara umum gulma menunjukkan peningkatan toleransi terhadap 2,4-D sehingga diperlukan pengelolaan gulma terpadu untuk mencegah terjadinya resistensi. Kata kunci: resistensi, herbisida, gulma sawah, 2,4-D

Item Type: Other
Subjects: ?? 630 ??
Divisions: ?? agronomi ??
Depositing User: 2606506458 Digilib
Date Deposited: 07 Jul 2026 02:47
Last Modified: 07 Jul 2026 02:47
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/102124

Actions (login required)

View Item View Item