KARAKTERISTIK BIO-OIL SAMPAH KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS ISOTERMAL BERKATALIS ALAM

Ali Mustofa, 1115021008 (2016) KARAKTERISTIK BIO-OIL SAMPAH KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS ISOTERMAL BERKATALIS ALAM. UNIVERSITAS LAMPUNG, FAKULTAS TEKNIK.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (120Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (3672Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2998Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini mempelajari proses konversi sampah kota menjadi bio-oil menggunakan metode pirolisis isotermal berkatalis. Jenis reaktor yang digunakan yaitu fixed bad yang terbuat dari baja stainlis stell berdiameter dalam 16 cm dengan tebal 3 mm. Adapun sampah yang digunakan berasal dari tempat pembuangan pembuangan akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung yang meliputi sampah biomassa, plastik, kertas, karet dan tekstil. Untuk temperatur pirolisis yang digunakan yaitu 400ºC dengan waktu perangkahan selama 60 menit dan rasio penambahan katalis 1:4, 1:2, 3:4 dan 1:1. Katalis yang digunakan yaitu kaolin yang berasal dari Ambarawa Pringsewu dan zeolit yang berasal dari CV Minatama Bandar Lampung. Sebelum digunakan, katalis diaktivasi menggunakan aktivasi termal pada temperatur 500ºC selama 2 jam. Bio-oil hasil pirolisis kemudian di uji laboratorium meliputi uji GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry), viskositas kinematik, densitas, flash point, ask content dan water content. Hasil pengujian menunjukkan kehadiran katalis alam meningkatkan fraksi gas dan untuk pengujian GC-MS dengan rasio 1:2 menunjukkan bahwa penggunaan kaolin mempunyai aktivitas yang lebih baik dibandingkan zeolit. Ini terlihat dari fraksi hidrokarbon kaolin yang mempunyai fraksi C5-C12 65,38%, fraksi C12-C20 33,49% dan fraksi >C20 0,5%. Untuk pengujian zeolit, mempunyai peningkatan fraksi C12-C20 48,371,62%, fraksi C5-C12 51,62% dan fraksi > C20 0%. Pengujian pirolisis isotermal mempunyai fraksi C5-C12 60,29%, fraksi C12-C20 37,11% dan fraksi >C20 0,55%. Untuk tipe senyawa hidrokarbon penyusun bio-oil didominasi senyawa olefin dan parafin dan sedikit senyawa aromatik. Hasil pengujian sifat fisik bio-oil dan dibandingkan dengan bahan bakar konvensional, bio-oil mempunyai densitas setara diesel 48, viskositas setara diesel 48. Akan tetapi mempunyai volume kandungan air diatas batas yang dizinkan yaitu 0,05% dan mempunyai kandungan padatan cukup tinggi untuk zeolit 7,5% dan kaolin 11%. Padatan ini akan merugikan ketika bio-oil digunakan untuk mesin pembakaran dalam. Kata Kunci: sampah kota, pirolisis, katalis, fraksi hidrokarbon ABSTRACT The aim of this research is to learn about the conversion process of municipal solid waste (MSW) to be bio-oil using isothermal catalytic pyrolysis method. The reactor which is used was fixed bed type that made from stainless steel with 16 cm diameter and 3 mm thickness. The municipal solid waste that taken from landfills (TPA) Bakung, Bandar Lampung were biomass, plastic, pulp, rubber and textile. Pyrolysis temperature work at 400℃ with cracking time about 60 minute with adding ratio 1:4, 1:2, 3:4 and 1:1. Kaolin as a catalyst that used is from Ambarawa Pringsewu and zeolit from Sidomulyo Lampung Selatan. Catalyst should be activated by thermal activation process at 500℃ about 2 hours before used. The bio-oil as the product of pyrolysis tested at laboratory include GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry), kinematic viscosity, density, flash point, ask content and water content test. The result showed that presence natural catalyst increase the gaseous fraction. For GC-MS test with 1:2 ratio, kaolin showed a better activity than the zeolit. It was known by the kaolin hydrocarbon that had C5-C12 65,38%, C12-C20 33,49% and >C20 0,5% fraction. For the zeolit test, there was an icreasement of fraction C12-C20 51,62%, C5-C12 48,37% and >C20 0%. The isothermal pyrolysis had C5-C12 60,29%, C12-C20 37,11% and >C20 0,55% fraction. For the hydrocarbon, the properties of bio-oil dominated by olefin and paraffin and a bit of aromatic hydrocarbon. If the physical test result of bio-oil compared with the conventional fuel, it has the same density and viscosity value of diesel 48. But, it has a higher water content volume more than allowed limit 0,05% and much higher solid content about 7,5% of zeolit and 11% of kaolin. This solid content could harm if is used in the internal combustion engines. Key Word: municipal solid waste, pyrolysis, catalyst, hydrocarbon fraction

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Teknologi (General)
> Teknologi (General)
Teknologi (General)
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Mesin
Pengguna Deposit: 9911798 . Digilib
Date Deposited: 24 Aug 2016 01:38
Terakhir diubah: 24 Aug 2016 01:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/23596

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir