POTENSI EKSTRAK BUAH NAGA PUTIH (Hylocereus undatus Haw.) DALAM MENINGKATKAN AGRESIVITAS MENCIT JANTAN (Mus musculus L.)

INDRIA NABILLA RAHMAYANTI, 1317021040 (2017) POTENSI EKSTRAK BUAH NAGA PUTIH (Hylocereus undatus Haw.) DALAM MENINGKATKAN AGRESIVITAS MENCIT JANTAN (Mus musculus L.). FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRALK.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (1725Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1696Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK Buah naga putih (Hylocereus undatus Haw.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Buah naga putih mengandung antioksidan tinggi yang efektif dalam meningkatkan sintesis testosteron dan dapat berperan dalam proses spermatogenesis. Selain itu, disebutkan bahwa buah ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan fertilitas dan aktivitas seksual. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa buah naga putih dapat meningkatkan latensi ancaman, latensi serang dan frekuensi serang mencit (Mus musculus L.). Ekstrak buah naga putih didapat dengan cara maserasi menggunakan etanol 95% sebagai pelarut. Pemberian ekstrak tersebut dilakukan secara oral selama 35 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 20 ekor mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (K0), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2) dan perlakuan 3 (P3). Setiap kelompok diberi ekstrak buah naga putih dengan dosis yang berbeda. Kelompok perlakuan kontrol (K0), hanya diberi aquades dan CMC 1%. Kelompok perlakuan 1 (P1), diberi ekstrak buah naga putih dengan dosis 300 mg/kgBB yang dicekok sebanyak 9 mg dalam 0,5 ml CMC 1% setiap ekornya. Kelompok perlakuan 2 (P2), diberi ekstrak buah naga putih dengan dosis 600 mg/kgBB yang dicekok sebanyak 18 mg dalam 0,5 ml CMC 1% setiap ekornya. Kelompok perlakuan 3 (P3), diberi ekstrak buah naga putih dengan dosis 900 mg/kgBB yang dicekok sebanyak 27 mg dalam 0,5 ml CMC 1% setiap ekornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pemberian ekstrak buah naga putih berpengaruh pada agresivitas mencit jantan. Hasil uji lanjut dengan BNT pada taraf 5% menunjukkan bahwa pemberian dosis pada P2 memberikan pengaruh yang nyata pada latensi ancaman dan latensi serang mencit yang ditandai dengan menurunnya latensi ancaman dan latensi serang, namun tidak berpengaruh terhadap frekuensi serang mencit. Kata Kunci : Agresivitas, buah naga putih (Hylocereus undatus Haw.), frekuensi serang, latensi ancaman, latensi serang, mencit (Mus musculus L.).

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek:
Program Studi: FAKULTAS MIPA > Prodi Magister Ilmu Biologi
Pengguna Deposit: 46735211 . Digilib
Date Deposited: 11 Jul 2017 08:36
Terakhir diubah: 11 Jul 2017 08:36
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/27204

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir