ANALISIS KONFLIK GAJAH MANUSIA SEBAGAI LANDASAN STRATEGI PENGELOLAAN MITIGASI DI RESORT PEMERIHAN

Yob Charles, 112001104 (2017) ANALISIS KONFLIK GAJAH MANUSIA SEBAGAI LANDASAN STRATEGI PENGELOLAAN MITIGASI DI RESORT PEMERIHAN. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (30Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (3825Kb)
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2955Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK ANALISIS KONFLIK GAJAH MANUSIA SEBAGAI LANDASAN STRATEGI PENGELOLAAN MITIGASI DI RESORT PEMERIHAN Oleh Yob Charles Konflik gajah dan manusia merupakan kompetisi yang menimbulkan dampak negatif bagi kesejahteraan masyarakat maupun gajah pada resort Pemerihan. Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat tapi masih belum efektif, sehingga kerugian masih terus dirasakan oleh masyarakat. Maka perlu dicari strategi pengelolaan HEC (human elephant conflict) yang secara efektif menggunakan sumber daya dan menurunkan frekwensi konflik secara nyata melalui kegiatan patroli, pelibatan masyarakat dan penggunaan peralatan berdasarkan tempat dan waktu kejadian. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan utama meningkatkan efektifitas pengelolaan konflik gajah manusia dengan memasukan faktor-faktor tutupan hutan, waktu dan curah hujan serta jarak dari sungai. Penelitian dilaksanakan di resort Pemerihan Kecamatan Bengkunat Belimbing antara Oktober 2013 sampai November 2014. Penelitian menggunakan metode semi directive inteview dan focus group discussion (FGD). Data sekunder yang meliputi data pergerakan gajah dari GPS Collar, data konflik gajah, data curah hujan dan data vegetasi. Data di analisis dengan menggunakan sorftware ArGIS. Hasil analisis vegetasi pada wilayah jelajah gajah di resort Pemerihan pada hutan primer adalah sbb: terdapat 112 species pada fase pohon sedangkan pada hutan sekunder hanya 81 species, pada tipe semak belukar ditemui 23 species pohon dan pada tipe vetasi kebun hanya ditemui 23 species. Jenis tumbuhan yang dominan sebagai pakan gajah di resort Pemerihan dengan observasi menggunakan gajah jinak menemukan 69 jenis tumbuhan dimana Gajah Renggo dan Gajah Arni sangat menyukai tanaman jenis Alpinia spp, Imperata cylindrica, Meremia peltata Konflik gajah manusia dipengaruhi oleh: (a) keberadaan lahan pertanian (meningkat 7,37 kali untuk setiap pertambahan lahan pertanian 0,52 ha (P value=0,000)), (b) semak belukar (menurun menjadi 0,42 kali pada (P value = 0,232), dan dalam hal tingkat lereng agak curam (3-8%) konflik gajah akan berkurang sebanyak 0,20 apabila persentase lereng meningkat, (c). Jarak dari sungai sangat berpengaruh dimana setiap kali jarak bertambah 1 meter dari sungai maka konflik gajah akan meningkat 1.41 kali dari semula dimana (P value = 0.006). (d). curah hujan sangat berpengaruh dan nyata (menurun 0,78 kali setiap curah hujan meningkat 1 mm) dengan nilai (P = 0.003) (e). waktu pergerakan jam 9,53 pagi (menurun 0.08 kali setiap penambahan waktu dari jam 09.00 pagi sampai jam 17.00 wib sore) dengan (P =0.000). Kata Kunci: Pengelolaan konflik gajah, berdasarkan faktor penyebab. ABSTRAK HUMAN ELEPHANT CONFLICT ANALISYS BASE ON DEVELOP MITIGATION STRATEGY IN PEMERIHAN RESORT By Yob Charles Human elephant conflicts are caused by sharing the same space and has a negative impact on the wellbeing of people and elephants in the resort of Pemerihan. Many efforts have been undertaken by the government and the community, which all have been ineffective, and the community keeps suffering losses when elephants devour their crops. It is necessary to look for HEC management strategy (human elephant conflict) that effectively use resources and reduce the frequency of conflict significantly through patrol activities, for that we need to do research with the main goal of improving the effectiveness of the management of human-elephant conflict by including factors of forest cover, rainfall and the time and distance from the river. The study was conducted in Pemerihan Resort Bengkunat Sub District on October 2013 to November 2014. Methode of reserch use semi directive inteview, The result of analysis of the vegetation was as follows: in the primary forest were 112 species of tree and in the secondary forest only 81 species, in shrub forests only 23 species of tree were counted, and in cultured 23 species. Observed were that the tame elephants favored 69 species of vegetation. The elephants Renggo and Ani really liked Alpinia spp, Imperata cylindrica and Meremia peltata. The degree of human elephant conflict is related to the ground cover, distance from water (rivers), steepness of slopes, rainfall and the time length of the elephant movement, as analyzed with the Binary Logistic Regression check. The degree of human elephant conflicts is influenced by (a) the occurrence of cultured land (increasing 7,37 times for ovary increase of 0,52 cultured land) (P = 0,000), (b) shrub forest (decreasing to 0,42 times at (P =0,232), steepnes of slopes (3-8%); conflicts will decrease by 0,20, (c). the distance from water/rivers is very influential, for every meter from the river, conflicts will increase 1.41 over ealier values (P = 0.006). (d). Rainfall also is influential, (conflicts decrease 0,78 times for every mm increase of rainfall (P =0.003), (e). time interfals start at 9,53 AM and decrease 0.08 times from 09.00 AM to 17.00 PM with (P =0.000). Key Words: human elephant conflict based on causal factor.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: > Kehutanan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Magister Ilmu Lingkungan
Pengguna Deposit: 41954860 . Digilib
Date Deposited: 10 Oct 2017 04:59
Terakhir diubah: 10 Oct 2017 04:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/28486

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir