PENGARUH MALAISE TERHADAP PERKEBUNAN KOLONIAL DI HINDIA BELANDA TAHUN 1930-1940

TAUFIK SISWOYO , 1013033060 (2017) PENGARUH MALAISE TERHADAP PERKEBUNAN KOLONIAL DI HINDIA BELANDA TAHUN 1930-1940. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (820Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (820Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Terpuruknya kondisi perekonomian Amerika Serikat pada tahun 1930-an sangat berpengaruh terhadap pasar dunia, hal ini menyebabkan menurunnya minat beli masyarakat Eropa terhadap komoditi ekspor hasil perkebunan dari tanah jajahan. Keadaan ini menyebabkan depresi ekonomi yang berkepanjangan dan menyiksa bagi masyarakat pribumi yang hidupnya bergantung dari hasil perkebunan kolonial. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa Sajakah Pengaruh Malaise terhadap Perkebunan Kolonial di Hindia Belanda Tahun 1930-1940?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Malaise terhadap Perkebunan Kolonial di Hindia Belanda Tahun 1930-1940. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa secara garis besar perkebunan kolonial di Hindia Belanda terbagi menjadi 2 wilayah, yang pertama adalah wilayah Pulau Jawa dan yang kedua adalah wilayah Sumatera Timur. Lahirnya masa-masa krisis secara tidak langsung mempengaruhi perkebunan-perkebunan kolonial yang ada di Hindia Belanda, pengaruhnya antara lain adalah berkurangnya luas tanah yang dikelola, berkurangnya jumlah produksi jenis tanaman tertentu, dan munculnya jenis tanaman baru. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah secara keseluruhan pengaruh malaise terhadap perkebunan kolonial dibagi menjadi dua wilayah. Pertama adalah terjadi penurunan jumlah produksi di beberapa wilayah perkebunan di Pulau Jawa dan yang kedua adalah ditemukannya jenis tanaman baru sebagai pengganti tanaman yang sudah mulai kurang peminatnya di pasar dunia.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > LA History of education
Program Studi: FKIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 65005484 . Digilib
Date Deposited: 06 Dec 2017 04:37
Terakhir diubah: 06 Dec 2017 04:37
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/29168

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir