ANALISIS HIDROLOGI UNTUK PENENTUAN DEBIT BANJIR RANCANGAN DI BENDUNGAN WAY BESAI

MUTYA NIVITHA, 1215011079 (2018) ANALISIS HIDROLOGI UNTUK PENENTUAN DEBIT BANJIR RANCANGAN DI BENDUNGAN WAY BESAI. FAKULTAS TEKNIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRACT (ABSTRAK).pdf

Download (25Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (4Mb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Energi merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup manusia. Sumber daya yang biasa digunakan sebagai sumber energi salah satunya adalah air dengan cara membendung sungai untuk pembangkit listrik. Salah satu PLTA yang terdapat di provisni lampung adalah PLTA Way Besai. Mengingat pentingnya pembangkit listrik ini bagi masyarakat, maka hal-hal ekstrim pada bangunan pembangkit listrik seperti banjir yang dapat mengganggu kinerjanya tentu saja tidak diinginkan. Untuk itu dibutuhkan analisis hidrologi dengan hasil akhir berupa debit banjir rancangan agar dapat dilakukan tindakan antisipasi. Lokasi penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Besai, Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data tinggi muka air, dan data sekunder berupa data curah hujan jam-jaman dari lima stasiun, data debit Way Besai dari tahun1986 sampai 2000, data curah hujan harian dari dua stasiun. Dari hasil analisis frekuensi, didapat banjir rancangan untuk kelompok data 1 terbesar kala ulang 2 tahun adalah 76,74 m3/s, kala ulang 5 tahun 131,00 m3/s, kala ulang 10 tahun 178,42 m3/s, kala ulang 25 tahun 253,71 m3/s, kala ulang 50 tahun 322,66 m3/s, kala ulang 100 tahun 403,45 m3/s, dan 499,81 m3/s untuk kala ulang 200 tahun. Hasil debit banjir rancangan untuk kelompok data 2 terbesar adalah 80,83 m3/s untuk kala ulang 2 tahun,129,43 m3/s untuk kala ulang 5 tahun, kala ulang 10 tahun adalah 165,72 m3/s, kala ulang 25 tahun 215,83 m3/s, kala ulang 50 tahun 256,11 m3/s, kala ulang 100 tahun 298,76 m3/s, dan 344,22 m3/s untuk kala ulang 200 tahun. Untuk data kelompok 3 terbesar, didapat hasil debit banjir rancangan untuk kala ulang 2 tahun yaitu 71,61 m3/s, kala ulang 5 tahun 114,97 m3/s, kala ulang 10 tahun 152,11 m3/s, kala ulang 25 tahun 210,33 m3/s, kala ulang 50 tahun 262,33 m3/s, kala ulang 100 tahun 323,14 m3/s, dan 394,39 untuk kala ulang 200 tahun. Pada kelompok data 4 terbesar, didapatkan hasil debit banjir rancangan sebesar 73,59 m3/s untuk kala ulang 2 tahun, kala ulang 5 tahun adalah 113,78 m3/s, kala ulang 10 tahun 142,98 m3/s, kala ulang 25 tahun 182,38 m3/s, kala ulang 50 tahun 213,47 m3/s, kala ulang 100 tahun 246,05 m3/s, dan kala ulang 200 tahun 280,12 m3/s. Sedangkan pada kelompok data 5 terbesar, dihasilkan debit banjir rancangan sebesar 80,19 m3/s untuk kala ulang 2 tahun, 129,08 m3/s untuk kala ulang 5 tahun, 171,01 m3/s untuk kala ulang 10 tahun, 237,02 m3/s untuk kala ulang 25 tahun, 296,83 m3/s untuk kala ulang 50 tahun, 367,11 m3/s untuk kala ulang 100 tahun, dan 449,56 m3/s untuk kala ulang 200 tahun. Dari hasil pemodelan HEC-HMS, didapat debit banjir rancangan untuk kala ulang 2 tahun sebesar 71,2 m3/s, kala ulang 5 tahun 90,6 m3/s, kala ulang 10 tahun 105,7 m3/s, kala ulang 25 tahun 128,6 m3/s, kala ulang 50 tahun 156,6 m3/s, kala ulang 100 tahun 190,8 m3/s dan 233,7 m3/s untuk kala ulang 200 tahun. Berdasarkan hasil analisa kalibrasi dengan metode RMSE, didapatkan nilai RMSE sebesar 3,12. Kata kunci: DAS, Debit Banjir Rancangan, Way Besai, HEC-HMS abstract Energy is an important thing to human viability. Resource which is often used for energy source is water as hydro power plant. One of hydro power plant in Lampung province is Way Besai Hydro Power Plant. Considering the importance of this hydro power plant for people, extreme things on the hydro power plant like flood, certainly not desirable. Hydrologic analysis required for get result that was flood design as action anticipation. This study was conducted in Way Besai watershed, Sumber Jaya, West of Lampung. The data required of this study were primary data such as water level and secondary data such as rainfall data from five stations, flow Way Besai data from 1986 to 2000, and daily rainfall data from two station. From frequency analysis, obtained design flood for the largest single data group return period of 2 years is return period 5 years 131,00 m3/s, return period 10 years 178,42 m3/s, return period 25 years 253,71 m3/s, return period 50 years 322,66 m3/s, return period 100 years 403,45 m3/s, and 499,81 m3/s for return period 200 years. The results of design flood for the two largest data group is 80,83 m3/s for return period 2 years,129,43 m3/s for return period 5 years, return period 10 years is 165,72 m3/s, return period 25 years 215,83 m3/s, return period 50 years 256,11 m3/s, return period 100 years 298,76 m3/s, and 344,22 m3/s for return period 200 years. For the three largest data group, the design flood for return period 2 years is 71,61 m3/s, return period 5 years 114,97 m3/s, return period 10 years 152,11 m3/s, return period 25 years 210,33 m3/s, return period 50 years 262,33 m3/s, return period 100 years 323,14 m3/s, and 394,39 for return period 200 years. The four largest data group, the flood design is 73,59 m3/s for return period 2 years, return period 5 years is 113,78 m3/s, return period 10 years 142,98 m3/s, return period 25 years 182,38 m3/s, return period 50 years 213,47 m3/s, return period 100 years 246,05 m3/s, and return period 200 years 280,12 m3/s. For the five largest group data, the flood design is 80,19 m3/s for return period 2 years, 129,08 m3/s for return period 5 years, 171,01 m3/s for return period 10 years, 237,02 m3/s for return period 25 years, 296,83 m3/s for return period 50 years, 367,11 m3/s for return period 100 years, and 449,56 m3/s for return period 200 years. From HEC-HMS, the flood design for return period 2 years sebesar 71,2 m3/s, return period 5 years 90,6 m3/s, return period 10 years 105,7 m3/s, return period 25 years 128,6 m3/s, return period 50 years 156,6 m3/s, return period 100 years 190,8 m3/s and 233,7 m3/s for return period 200 years. Based on calibration result used RMSE, obtained RMSE value is 3,12.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Konstruksi bangunan
> Konstruksi bangunan
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Sipil
Pengguna Deposit: 48704871 . Digilib
Date Deposited: 08 Feb 2018 07:57
Terakhir diubah: 08 Feb 2018 07:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/30250

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir