PERANAN ORANG TUA KELUARGA PRA SEJAHTERA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN KAMPUNG BARU LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG

M. DIAN ANTARIKSA, 1413033043 (2018) PERANAN ORANG TUA KELUARGA PRA SEJAHTERA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN KAMPUNG BARU LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (2063Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2064Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Dalam meningkatkan prestasi belajar anak yang baik,maka peranan orang tua sangat sekali diperlukan. Karena tanpa adanya peranan dan perhatian dari orang tua, besar kemungkinan prestasi belajar anak tidak akan tercapai secara maksimal.Terlebih pada mereka yang kedua orang tuanya sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga waktu dan perhatian yang diberikan akan menjadi kurang. Orang tua harus bersedia meluangkan waktu untuk selalu mendampingi anak-anaknya dalam belajar. Pada waktu efektif yang demikian anak-anak diberikan bimbingan, pengarahan dan nasehat yang bertujuan agar semangat belajar dan cara balajar anak akan meningkat,sehingga prestasi yang tinggi pun juga dapat dicapai. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, adalah bagaimanakah peranan orang tua keluarga pra sejahtera dalam pendidikan anak di kelurahan kampung baru labuhan ratu bandar lampung pada usia 05 -12 tahun, Sedangkan tujuan yang diharapkan adalah untuk mendiskripsikan atau menjelaskan tentang peranan orang tua dalam pendidikan anak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yakni suatu metode yang digunakan untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi pada situasi sekarang yang dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi dan analisis pengolahan data tentang sesuatu keadaan secara objektif. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa orang tua dalam hal ini bapak dan ibu sangat mempunyai peranan yang cukup dominan dalam mengawasi dan memperhatikan anaknya, baik pada saat belajar maupun ketika berada dilingkungan keluarga. Untuk keberhasilan anak di sekolah maupun dirumah anak perlu mendapat bimbingan dan perhatian dari orang tua. Orang tua ketika anaknya di rumah dibimbing untuk dapat mengulangi kembali pelajaran yang telah diperoleh di sekolah. Orang tua perlu menanamkan kebiasaan tersebut sehingga anak dalam belajar akan dapat lebih terarah dan teratur. Dalam membimbing dan memberikan perhatian anak perlu kesabaran dan ketekunan, sehingga dalam memberikan perhatian tidak dirasa sebagai tekanan bagi anak. iii Peranan Orang tua terhadap anak dapat berupa penyedian fasilitas, pengawasan belajar terhadap anak, pengawasan penggunaan waktu belajar, mengenal kesulitan anak dan mendampingi anak dalam belajar. Orang tua harus bersedia meluangkan waktu untuk selalu mendampangi anak-anaknya dalam belajar. Pada waktu efektif yang demikian anak-anak diberikan bimbingan, pengarahan dan nasehat yang bertujuan agar semangat belajar dan cara belajar anak akan meningkat. Orang tua anak juga memenuhi ketersedian tentang sarana dan fasilitas belajar anaknya, serta orang juga mempunyai peran untuk bersedia dalam mengambil rapor pendidikan anak dan wajib meluangkan waktu pada waktu-waktu tertentu dapat bertemu dan berdiskusi dengan gurunya, untuk mengetahui dan mendapat informasi tentang kondisi pendidikan dan keadaan sehari-hari dari pada anaknya. Kesimpulan dalam penelitian ini, orang tua mempunyai peranan yang cukup dominan sebanyak delapan (8) orang atau 66, 64 % dalam upaya untuk dapat mengawasi, memberi perhatian dan mengontrol tentang anak, baik anak tersebut ketika kesekolah, pada saat pulang sekolah atau dengan kata lain sedang berada dilingkungan keluarga atau dirumah. Dengan demikian dimungkinkan bahwa anak akan dapat belajar dengan baik sehingga prestasi atau hasil yang dicapai dalam pembelajaran akan maksimal. Dan sebanyak dua (2) orang mempunyai peran yang cukup yakni sebanyak 16,66 % orang berperan mengawasi ketika anaknya ada dirumah dan dan membantu ketika anaknya ada kesulitan dalam hal belajar, dan sebanyak dua (2) orang yang mempunyai peran rendah yakni sebanyak 16,66 % orang hampir tidak ikut serta ketika anaknya ada kesulitan belajar karena sudah di masukkan ke pusat bimbingan belajar, dan membangunkan anak nya yang masih terrtidur karena sudah berangkat kerja sebagai buruh dan pembantu rumah tangga. Saran yang disampaikan, kepada orang tua baik bapak maupun ibu, sesibuk apapun akan pekerjaan orang tua, jangan sampai lalai atau lupa dalam memperhatikan anaknya dalam belajar, karena perhatian orang terhadap anaknya itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
> LA History of education
> LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Program Studi: FKIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 85349450 . Digilib
Date Deposited: 21 Feb 2018 04:16
Terakhir diubah: 21 Feb 2018 04:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/30386

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir