INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT, CITRA LANDSAT 8+ OLI DAN DEM UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN, SISTEM HIDROTERMAL DAN MENDELINIASI KERAPATAN LINEAMENT FAULT SURFACE PADA AREA PROSPEK GEOTERMAL “WS”.

WITTA PUTRI ANGGRAINI, 1415051074 (2018) INTERPRETASI ANOMALI GAYABERAT, CITRA LANDSAT 8+ OLI DAN DEM UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN, SISTEM HIDROTERMAL DAN MENDELINIASI KERAPATAN LINEAMENT FAULT SURFACE PADA AREA PROSPEK GEOTERMAL “WS”. Fakultas Teknik, Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (175Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (4Mb)
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2739Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Struktur geologi merupakan salah satu syarat dari sistem panasbumi yang memiliki peranan penting sebagai zona permeable dan recharge area. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan data Citra Landsat 8+, DEM dan Gayaberat untuk mendeliniasi zona permeable dan mengindikasikan keberadaan struktur di bawah permukaan. Untuk menganalisis kerapatan struktur dari data Citra Landsat digunakan metode Fault Fracture Density (FFD). Analisis derivative yaitu First Horizontal Derivative (FHD) dan Second vertical Derivative (SVD) dilakukan 3 slicing pada penampang residual kemudian dilakukan forward modelling untuk mengetahui densitas formasi batuan bawah permukaan. Selain itu juga dilakukan pemodelan inversi 3D gayaberat untuk menunjukkan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur bawah permukaan. Dari hasil tersebut didapatkan trend kelurusan di daerah Panas bumi “WS” umumnya memiliki arah timurlaut-baratdaya, barat - timur dan utara-selatan. Berdasarkan Fault Fracture Density Map Panas Bumi ‘WS’ dikelompokkan menjadi 3 kelas densitas Densitas tinggi (6-10 m/km2), densitas sedang (3-5 m/km2) dan densitas rendah (1-3 m/km2) dengan warna hijau. Pada Peta Geologi terdapat 22 patahan baik patahan mendatar dan normal berarah N30o, berdasarkan Citra Landsat di tarik kelurusan patahan pada Lineament Map terdapat 8 patahan yang berarah sama dengan peta geologi yaitu N30o, berdasarkan Digital Elevation Map (DEM) terdapat 13 patahan yang berarah N30o. Peta Anomali Bouguer di daerah penelitian menunjukkan rentang nilai anomali antara 5,2 mGal sampai 24,6 mGal, pada penampang A-A’ yang berarah utara selatan memiliki patahan mendatar dengan nilai SVDmax = SVDmin, penampang B-B’ dan C-C’ yang berarah timur-barat memiliki patahan normal SVDmax > SVDmin. Kata Kunci : Citra Landsat, DEM, Gravity, Derivative, FFD, Geotermal

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > QC Physics
> QE Geology
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Geofisika
Pengguna Deposit: 201871118 . Digilib
Date Deposited: 28 Jun 2018 04:42
Terakhir diubah: 28 Jun 2018 04:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/31792

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir