IDENTIFIKASI PLANKTON DARI KAWASAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN DENGAN METODE DNA BARCODING

MARGARETHA SANDRA APRILIYANTI , 1414111042 (2018) IDENTIFIKASI PLANKTON DARI KAWASAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN DENGAN METODE DNA BARCODING. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (100Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (2337Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2338Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Metode DNA barcoding dapat digunakan untuk mengidentifikasi plankton melalui kajian materi genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi plankton dari kawasan budidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan metode DNA barcoding menggunakan primer 18S rDNA. Sampel diambil pada bulan Juli dan Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plankton yang teridentifikasi adalah zooplankton, yaitu Pegurus bernhardus, Canthocalanus pauper, Calanus finmarchicus, dan Copepoda (stasiun B), Acartia longiremis dan Subeucalanus pileatus (stasiun C) , dan Oithona sp. (stasiun D dan E). Nilai indeks kelimpahan (1.709 dan 508 sel/l), keanekaragaman (1,98 dan 1,81) serta dominasi (0,24 dan 0,15) menunjukkan kondisi perairan kawasan budidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dalam keadaan yang stabil dan optimal untuk pertumbuhan plankton. Kata Kunci: Plankton, Identifikasi, DNA, Barcoding, dan Gen 18S rDNA. abstract DNA barcoding method can be used to identify plankton through observing their genetic material. This study airned to identify plankton using DNA barcoding with 18S rDNA primer. The sample was taken in July and December 2017. The results showed that the zooplankton indentified were Pegurus bernhardus, Canthocalanus pauper, Calanus finmarchicus, and Copepoda (station B), Acartia longiremis and Subeucalanus pileatus (stations C), and Oithona sp. (stations D and E). The value of the index abudance (1.709 and 508 cell/l), diversity (1,98 and 1,81), and dominance (0,24 and 0,15) indicated the condition of seaweed cultivation waters in Bantaeng District, South Sulawesi were suitable and optimum for planktons life. Keywords: Plankton, Identification, DNA, Barcoding, and 18S rDNA.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Budidaya . Perikanan . Angling
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Budidaya Perairan
Pengguna Deposit: 201886949 . Digilib
Date Deposited: 05 Sep 2018 06:36
Terakhir diubah: 05 Sep 2018 06:36
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/33108

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir