Miswanto, 0854051009 (2014) PROFIL PROSES KOAGULASI LATEKS KEBUN OLEH PETANI KARET DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT PROVINSI LAMPUNG. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
|
Text
ABSTACT.pdf Download (8kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (9kB) | Preview |
|
|
Text
COVER DALAM.pdf Download (61kB) | Preview |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (155kB) | Preview |
|
|
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf Download (163kB) | Preview |
|
|
Text
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.pdf Download (67kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (11kB) | Preview |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Download (52kB) | Preview |
|
|
Text
SANWACANA.pdf Download (64kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (17kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (57kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (469kB) |
||
|
Text
BAB V.pdf Download (8kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (96kB) | Preview |
Abstract
Komoditas karet alam Indonesia yang didominasi oleh petani karet harus membenahi diri antara lain dengan memperbaiki mutu produk yang dihasilkan untuk menghadapi tantangan global antara lain green tyre product yang mensyaratkan ketelusuran bahan baku dan bebas dari kontaminan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil proses koagulasi lateks kebun oleh petani karet di salah satu sentra produksi karet di Provinsi Lampung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulya Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung dari bulan September 2013 sampai dengan Desember 2013. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey menggunakan kuesioner dan pengamatan langsung dilapangan. Petani karet yang terlibat sebagai responden adalah sebanyak 30 petani yang dipilih secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyadapan karet dominan dilakukan setiap hari. Petani responden dominan tidak mengetahui jenis koagulan yang boleh digunakan pada proses koagulasi lateks kebun. Jenis koagulan yang digunakan dominan menggunakan pupuk dan bubuk diduga tawa, bekuan yang dihasilkan petani karet dominan maksimal 1,5 ton karetkeing/hektar/tahun, bekuan atau koagulum yang dihasilkan dominan dalm bentuk slab tebal dengan masa simpan 1 minggu, bekuan yang dihasilkan menggunakan koagulan asam semut, asam cuka dan obeta lebih tinggi dibandingkan dengan bekuan yang dihasilkan menggunakan koagulan bubuk diduga tawas dan pupuk, biaya koagulan per kg karet kering untuk asam semut Rp. 300,-; obeta RP. 200,-; asam cuka Rp. 125,-; bubuk diduga tawas Rp. 100,-; dan pupuk Rp. 100,-. Kata kunci : Koagulasi, lateks kebun, Karet, Koagulan, bekuan
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | A General Works = Karya Karya Umum |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Prodi Teknologi Hasil Pertanian |
| Depositing User: | 674867 . Digilib |
| Date Deposited: | 29 Sep 2014 04:46 |
| Last Modified: | 29 Sep 2014 04:46 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/3500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
