PENGUKURAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (STUDI DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH)

Puspitasari, Reni (2011) PENGUKURAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (STUDI DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH). Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_COVER.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_Abstract.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_ABSTRAK.pdf

Download (51Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_DAFTAR ISI.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_BAB I.pdf

Download (73Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_BAB II.pdf

Download (184Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_BAB III.pdf

Download (248Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_BAB IV.pdf

Download (142Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
Reni Puspitasari_BAB V.pdf

Download (55Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pembangunan pertanian sesuai dengan tuntutan reformasi merupakan perwujudan arah baru pembangunan yang merupakan agenda pokok dalam reformasi ekonomi. Musyawarah perencanaan pembangunan pertanian merumuskan bahwa kegiatan pembangunan pertanian periode 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program, yaitu (1) Program peningkatan ketahanan pangan, (2) Program pengembangan agribisnis, dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Tengah, dibentuk Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian yang merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah dengan tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan pertanian. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian sebagai organisasi pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kepada publik (masyarakat), keberadaan organisasi tersebut harus mampu melindungi dan memenuhi kepentingan publik. keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai instansi pemerintah, sebagai mana dikemukakan oleh Zeithalm, Parasuraman & Berry (1990) Pelayanan dapat dikatakan berkualitas apabila memiliki : tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Untuk mengukur kinerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Balanced Scorecard yang dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton. Balanced Scorecard pada dasarnya lebih merupakan konsep manajemen, bukan konsep penilaian kinerja. Dalam pengimplementasiannya, konsep manajemen lebih difokuskan pada pengukuran kinerja perusahaan/ organisasi, dengan pendekatan keseimbangan (balance) dalam mengukur kinerja pelaksanaan strategi perusahaan/ organisasi. Pendekatan secara berimbang itu dilakukan dengan mengukur kinerja berdasarkan empat perspektif, yakni perspektif finansial/keuangan (finance), perspektif kepuasan pelanggan/konsumen (customer), perspektif proses bisnis internal (process), dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan secara lebih komprehensif, hal itu dikarenakan pengukuran yang dilakukan tidak hanya pada aspek keuangan tetapi juga pada aspek non keuangan yang terdiri dari perspektif pelanggan, perspektif internal dan perspektif inovasi dan pembelajaran, serta memberikan gambaran kinerja lebih lengkap dengan berfokus pada indikator kunci untuk setiap masing-masing perspektif yang berada pada total nilai 75,5 dengan memakai skala 100 maka Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian menunjukan katagori baik. Kata kunci : pengukuran kinerja dengan balance scorecard Agricultural development in accordance with the demands of the reform is a manifestation of the new direction of development which is the main agenda of economic reform. Deliberations to formulate agricultural development plans that the period 2005-2009 agricultural development activities carried out through three programs, namely (1) food security enhancement program, (2) agribusiness development program, and (3) Program improvement of farmers welfare. Based on the Central Lampung District Regulation No. 12 of 2007 on the Establishment of the Organization and the regional work of Central Lampung District, formed Agency for Food Security and Agricultural Extension, which is the task of supporting elements of the Regional Head with implementing the main tasks of regional policy formulation and implementation in the field of food security and agricultural extension. Agency for Food Security and Agricultural Extension as a functioning government organizations providing services to the public (society), the existence of the organization should be able to protect and fulfill the public interest. success in carrying out its duties and functions as a government agency, as suggested by Zeithalm where, Parasuraman& Berry (1990) Service quality can be said if it has: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. To measure the performance of Agency for Food Security and Agricultural Extension in the study conducted by the Balanced Scorecard approach developed by Robert S. Kaplan and David P. Norton. Balanced Scorecard is basically more of a management concept, not the concept of performance appraisal. Its implementation, concept management is more focused on performance measurement company / organization, with the approach of equilibrium (balance) in measuring the performance of the implementation strategy of the company / organization. In a balanced approach was done by measuring performance based on four perspectives, namely financial perspective / finance (finance), the perspective of customer satisfaction / customer (customer), internal business process perspective (process), and learning and growth perspective (learning and growth). Based on research conducted can be summarized in a more comprehensive, it is because the measurement is performed not only on the financial aspect but also on non-financial aspects of the customer perspective, internal perspective and the perspective of innovation and learning, as well as provide a more complete picture of performance by focusing on key indicators for each individual perspective is at the total value of 75,5 with using100 scale that the Agency for Food Security and Agricultural Extension shows good category. Key words: measurement of performance with balance scorecard

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > JS Local government Municipal government
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Magister Ilmu Pemerintahan
Pengguna Deposit: S.I.Kom. Endah Kurniasari
Date Deposited: 16 Jan 2014 07:20
Terakhir diubah: 16 Jan 2014 07:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/485

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir