DAYA ADAPTASI BIBIT MAHONI (Swietenia macrophylla) TERHADAP CEKAMAN MERKURI DARI LIMBAH PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT

BENY KURNIAWAN, 1514151050 (2019) DAYA ADAPTASI BIBIT MAHONI (Swietenia macrophylla) TERHADAP CEKAMAN MERKURI DARI LIMBAH PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (24Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (567Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (567Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kegiatan penambangan emas rakyat menghasilkan limbah merkuri yang membahayakan bagi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya adaptasi tanaman mahoni pada tempat tumbuh yang tercemar merkuri dan menguji perbedaan pertambahan pertumbuhan pada konsentrasi cekaman merkuri. Tanaman mahoni yang digunakan umur 5 bulan. Tailing didapatkan dari tambang pengolahan emas di Desa Bunut Kecamatan Pesawaran. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan kombinasi perlakuan yang diberikan adalah tailing dan tanah topsoil. Pengolahan data menggunakan analisis ragam dengan uji lanjut beda nyata terkecil. Tanaman mahoni dapat beradaptasi pada media tailing dengan persentase tailing maksimal 75%. Semakin tinggi kadar tailing maka terjadi kecenderungan penurunan terhadap persentase hidup, pertambahan diameter, pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang akar, luas daun dan biomassa. Namun demikian, semakin tinggi konsentrasi tailing ternyata menghasilkan pertambahan tinggi tunas tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi tailing yang lebih rendah meskipun semua konsentrasi pemberian tailing pada media tanam akan menurunkan tinggi tanaman mahoni. Tunas terbentuk setelah tanaman mengalami kerontokan daun. Kata kunci: Daya adaptasi, fitoremediasi, mahoni, merkuri, tailing. Traditional gold mining produce mercury residu which is harmful to the environment. The study aims to examine adaptability of mahogany seedling in mercury-contaminated medium and to test the differences in growth as the impact of concentrations of mercury. Mahogany seedling used were 5 months old. Tailings were obtained from the gold purifying in Bunut Village, Pesawaran District. The completely randomized design of 5 treatments and 4 replications was employed as research design. The treatments given was combination of tailings and topsoil. Data analyzed by of variance continued with the smallest real difference. Mahogany seedling could adapt to medium with maximum tailings percentage of 75%. The higher of tailings content would decrease percentage of life, increament of diameter, increament the number of leaves, increament of root length, leaf area and biomass. However, the higher tailings concentration it tended to produce better seedling shoots height increament compared to the lower tailings concentration even though all concentrations of tailings in the planting medium would reduce the height of the mahogany seedling. The shoot appeared after all the leaf of seedling falled. Keywords: Adaptability, fitoremediation, mahogany, mercury, tailings.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Kehutanan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Kehutanan
Pengguna Deposit: AM.d Firlia Hidayah
Date Deposited: 21 Mar 2022 06:52
Terakhir diubah: 21 Mar 2022 06:52
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/55400

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir